Monita Tahalea Bacakan Puisi Tiga Maestro Sastra

Monita Tahalea Bacakan Puisi Tiga Maestro Sastra

Penyanyi Monita Tahalea mempersembahkan pertunjukan berjudul Tiga Menguak Takdir Dalam Melodi di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, minggu lalu. Pertunjukan ini terinspirasi dari kumpulan puisi karya para maestro sastra Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani.

Dalam sorot cahaya di panggung, penyanyi Monita Tahalea mengajak penonton seni untuk menghayati karyakarya puisi dari tiga sastrawan Indonesia itu. Pertunjukan berlangsung kurang lebih 60 menit tersebut dibuka dengan pembacaan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul Senja di Pelabuhan Kecil dan diiringi dengan melodi akustik lagu Perahu.

Monita membacakan puisi karya Rivai Apin berjudul Elegi. Puisi ini menjadi inspirasi menciptakan lagu berjudul Bisu. Monita juga membacakan puisi Melalui Siang Menembus malam dan menyanyikan lagu terbarunya berjudul Jauh Nan Teduh.

Baca juga  Trending Nomor 1 di Youtube! Video “Prabowo VS Jokowi - Epic Rap Battles Of Presidency”

Beberapa puisi dan lagu dibacakan serta dinyanyikan secara bergiliran. Puisi Sajak Buat Adik yang dilanjutkan lagu Sesaat Abadi, Surat dari Ibu dan lagu Hope, Tjerita Buat Dien Tamaela dan lagu Indonesia Pusaka ditampilkan secara berurut.

Ketika membacakan Sajak Buat Adik, Monita meneteskan air mata di atas panggung dan suasana menjadi haru tetapi itu tidak berlangsung lama. Monita  juga menyanyikan lagunya yang berjudul Memulai kembali ke hadapan para penikmat seni.

Sebelum tampil, Monita mengaku melakukan beberapa persiapan. Monita melakukan take vocal dengan komposer musik Indra Perkasa.

Lagu yang dinyanyikan Monita memang sudah sering dibawakan. Namun khusus acara ini, tempo semua lagu diturunkan karena menyesuaikan dengan pembacaan puisi. Monita juga lebih banyak membaca dan memahami puisi puisi yang akan dibawakan. Pertama kalinya penyanyi jebolan ajang pencarian bakat ini membawakan puisi di depan publik.

Baca juga  Robert Pattinson Jadi Batman Baru

Istri Bayu Risa ini kemudian bercerita mengapa dirinya meneteskan air mata ketika membacakan Sajak Buat Adik di panggung. Puisi Sesaat Abadi merupakan lagu yang ditulis untuk almarhum adiknya.

Buku kumpulan puisi Tiga Menguak Takdir karya Chairil Anwar, Rivai Apin, dan Asrul Sani ini pertama kali terbit di Balai Pustaka pada 1950. Buku ini mengajak seseorang mendalami pemikiran perasaan ketiga sastrawan yang datang dari latar belakang berbeda, menyatu demi mencapai suatu cita cita yang mereka sebut sebagai suatu tujuan takdir.

Dalam pendahuluan buku tersebut, Asrul Sani mengatakan pendekatan ini tidak berarti menuruti salah satu garis atau garis salah seorang dari mereka bertiga namun saling menghargai segi segi yang dihadapi masing masing. Garis dasar yang satu, bagi apriori, tidak usah dijadikan pertengkaran.

Baca juga  Fakta Menarik Lee Hye Bin MOMOLAND