Badan Restorasi Gambut Segera Bangun Infrastruktur Pembasahan Gambut Terbakar di Provinsi Riau

Badan Restorasi Gambut Segera Bangun Infrastruktur Pembasahan Gambut Terbakar di Provinsi Riau

Badan Restorasi Gambut akan segera membangun infrastruktur pembasahan gambut di area yang baru terbakar di Provinsi Riau.

“Kita sudah memiliki mekanisme memfasilitasi pembangunan infrastruktur pembasahan gambut (sumur bor atau sekat kanal) di daerah yg terbakar, walau tadinya tidak masuk dalam rencana kerja,” kata Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead saat dihubungi dari Jakarta, Senin.

​​​​​​Menurut hasil rapat koordinasi terakhir bersama Gubernur Riau serta pejabat instansi terkait termasuk  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPIKHL KLHK) yang lebih mengetahui kondisi Riau, Nazir mengatakan bahwa area yang biasanya sering terbakar seperti pesisir timur Provinsi Riau sekarang malah relatif tidak banyak yang terbakar.

Baca juga  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hari ini wilayah Jakarta Selatan dilanda hujan disertai petir

Kalau pun ada, api bisa cepat dipadamkan karena sudah ada 1.500 personel yang diturunkan di daerah tersebut sejak sebulan lalu untuk membantu pemadaman kebakaran lahan dan hutan di wilayah Riau.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul sekarang kebanyakan terjadi di daerah-daerah bukan pesisir maupun pulau yang selama ini tidak terlalu sering mengalami karhutla, kata Nazir.

Padahal 1.500 personel dari berbagai unsur yang masuk dalam satuan tugas penanggulangan kebakaran tidak ditempatkan di daerah-daerah tersebut.

Nazir mengatakan bahwa berdasarkan laporan tim BRG di lapangan, area yg sudah memiliki sekat kanal dan sumur bor relatif lebih aman.

“Misalnya, ketika kita tinjau Sungai Tohor, yang menurut Kades sudah tidak hujan tiga bulan, gambutnya masih lembab karena kanal telah tersekat dengan baik,” katanya.

Baca juga  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bengkulu, dr Adian Fitria, mencatat sebanyak 148.683 jiwa masih menunggak biaya iuran BPJS per Oktober 2019

Nazir menyayangkan masih adanya praktik pembakaran lahan di daerah gambut yang akhirnya menjadi pemicu kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Gubernur Riau dan Danrem, menurut dia, juga melaporkan adanya kegiatan pembakaran secara sistematis dan terkoordinasi, mengindikasikan pembakaran tidak dilakukan oleh petani kecil.

Asap kebakaran hutan dan lahan telah menurunkan kualitas udara di beberapa daerah Riau, termasuk Pelalawan dan Pekanbaru, tempat beberapa warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock