PALANGKA RAYA, UDAHKETEMU.COM — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah masih menjadi perhatian pemerintah setelah jumlah titik panas atau hotspot terpantau meningkat. Data terbaru Kementerian Kehutanan mencatat 261 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Kalimantan Tengah hingga Kamis, 24 September 2026 malam.
Data tersebut berasal dari pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan yang menggunakan data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Pemantauan hingga pukul 21.15 WIB mencatat 575 hotspot high confidence di seluruh Indonesia.
Dari enam provinsi yang menjadi prioritas pengendalian karhutla, Kalimantan Tengah mencatat jumlah hotspot tertinggi dengan 261 titik. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai 156 titik.
Hotspot Kalteng Naik Signifikan
Kenaikan jumlah hotspot membuat pemerintah dan tim gabungan terus memperkuat upaya pengendalian karhutla di Kalimantan Tengah. Penanganan dilakukan melalui deteksi dini, patroli, pemadaman di darat dan udara, serta operasi modifikasi cuaca atau OMC.
Kementerian Kehutanan menyebut pengendalian juga dilakukan melalui penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan.
Selain Kalimantan Tengah, tiga provinsi prioritas lainnya yang masih mencatat hotspot high confidence adalah Kalimantan Barat sebanyak 26 titik dan Sumatera Selatan sebanyak 25 titik. Sementara Riau dan Jambi tidak terdeteksi memiliki hotspot high confidence dalam pemantauan tersebut.
Asap Masih Pengaruhi Jarak Pandang
Dampak karhutla juga terlihat dari kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah. Pantauan BMKG Aviation pada Jumat, 25 September 2026 dini hari menunjukkan Palangka Raya memiliki jarak pandang sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap.
Kondisi serupa terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah lainnya. Buntok tercatat memiliki jarak pandang sekitar 800 meter, sedangkan Muara Teweh sekitar 1 kilometer dengan kondisi berasap.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peningkatan hotspot tidak hanya menjadi persoalan data pemantauan satelit, tetapi juga dapat berdampak terhadap kondisi atmosfer dan aktivitas masyarakat, terutama ketika asap mengurangi jarak pandang.
Kalteng Jadi Perhatian Pengendalian Karhutla
Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot di sejumlah wilayah. Langkah tersebut penting untuk mendeteksi titik api lebih awal sehingga potensi kebakaran meluas dapat ditekan.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kondisi lahan kering dan mudah terbakar.
Dengan jumlah 261 hotspot high confidence, perkembangan karhutla di Kalimantan Tengah masih perlu dipantau secara berkala. Data hotspot dapat berubah mengikuti hasil pemantauan satelit dan kondisi di lapangan.
Sumber: Kementerian Kehutanan
