JAKARTA, UDAHKETEMU.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia untuk mewaspadai perubahan cuaca pada periode 25–28 September 2026. Meski musim kemarau masih dominan, beberapa daerah tetap berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang.
Dalam prakiraan cuaca sepekan, BMKG menyebut wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
Hujan Sedang Masih Berpotensi Terjadi
BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca Indonesia pada akhir September masih didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, dinamika atmosfer tetap dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan secara lokal.
Pada periode 25–28 September, sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan termasuk dalam daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa musim kemarau tidak berarti seluruh wilayah Indonesia akan terbebas dari hujan. Hujan lokal masih dapat muncul akibat kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan.
Kalteng dan Bengkulu Masuk Daftar Wilayah yang Perlu Waspada
Kalimantan Tengah dan Bengkulu termasuk wilayah yang disebut BMKG memiliki potensi peningkatan hujan sedang.
Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut, perubahan cuaca perlu diperhatikan terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Kondisi ini juga penting bagi wilayah yang sebelumnya menghadapi kondisi kering dan risiko kebakaran hutan dan lahan. Hujan dapat membantu mengurangi kondisi kering di beberapa lokasi, tetapi intensitas dan sebarannya tetap bergantung pada perkembangan atmosfer setempat.
Jawa Barat Berpotensi Hujan dan Angin Kencang
Selain potensi hujan sedang, BMKG juga memberikan perhatian terhadap potensi angin kencang di Jawa Barat pada periode yang sama.
Masyarakat perlu berhati-hati ketika terjadi pertumbuhan awan konvektif yang dapat disertai perubahan angin secara cepat.
Pengguna jalan juga disarankan memperhatikan kondisi sekitar, terutama ketika angin kencang muncul bersamaan dengan hujan.
Sumatra Masih Menghadapi Cuaca yang Berubah
Beberapa wilayah Sumatra juga masuk dalam daftar potensi peningkatan hujan. Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, dan Bengkulu termasuk wilayah yang perlu memperhatikan perkembangan cuaca.
Sebelumnya, BMKG juga mencatat adanya dinamika atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian Sumatra. Aktivitas MJO dan gelombang Rossby ekuatorial menjadi bagian dari faktor atmosfer yang dipantau BMKG.
Kemarau Masih Berlangsung
Di tengah potensi hujan tersebut, BMKG menegaskan bahwa kondisi kering masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Pengaruh El Niño yang berada pada kategori sangat kuat serta kondisi atmosfer yang relatif kering masih menjadi faktor penting dalam perkembangan cuaca Indonesia. BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tetap menghemat air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Artinya, Indonesia menghadapi kondisi cuaca yang tidak seragam. Sebagian wilayah masih mengalami kondisi kering, sementara wilayah lainnya dapat mengalami hujan lokal dengan intensitas sedang.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini karena kondisi atmosfer dapat berubah dalam waktu singkat.
Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas pembakaran lahan dan sampah secara sembarangan, khususnya di wilayah yang masih mengalami kondisi kering.
Informasi terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG.
Dengan masih berlangsungnya musim kemarau di sejumlah daerah, masyarakat perlu bersiap menghadapi dua kondisi sekaligus, yaitu cuaca kering dan panas di satu sisi serta hujan lokal dan angin kencang di sisi lainnya.
Sumber: BMKG
