JAKARTA, UDAHKETEMU.COM — Musim hujan di Indonesia diperkirakan datang lebih lambat pada periode 2026/2027. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah Indonesia baru memasuki awal musim hujan pada Desember 2026 hingga Februari 2027.
Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh fenomena El Niño yang dapat memengaruhi pola cuaca dan curah hujan di Indonesia. BMKG menyebut sejumlah wilayah masih akan mengalami kondisi yang relatif kering sebelum memasuki periode musim hujan.
El Niño Pengaruhi Awal Musim Hujan
Fenomena El Niño menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan pola musim di Indonesia. Kondisi tersebut dapat membuat curah hujan berkurang di sejumlah wilayah sehingga musim hujan datang lebih lambat.
BMKG memperkirakan awal musim hujan tidak berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Setiap wilayah memiliki karakteristik cuaca yang berbeda sehingga waktu masuk musim hujan juga dapat berbeda.
Karena itu, masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan prakiraan cuaca dan informasi musim dari BMKG untuk mengetahui kondisi di daerah masing-masing.
Musim Hujan Diperkirakan Mulai Desember
Berdasarkan prakiraan BMKG, periode awal musim hujan 2026/2027 diperkirakan berlangsung mulai Desember 2026 hingga Februari 2027.
Periode tersebut menjadi perhatian karena sebagian masyarakat mulai memasuki aktivitas yang berkaitan dengan perubahan musim. Kondisi hujan juga dapat memengaruhi sektor pertanian, transportasi, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.
Meski demikian, masyarakat tidak dapat menggunakan satu tanggal sebagai patokan untuk seluruh wilayah Indonesia. Awal musim hujan bergantung pada kondisi atmosfer dan karakteristik masing-masing daerah.
Cuaca Indonesia Tetap Berubah-ubah
Perubahan musim tidak berarti seluruh wilayah Indonesia akan mengalami cuaca kering setiap hari. Hujan tetap dapat terjadi di sejumlah daerah meskipun secara umum kondisi musim masih relatif kering.
BMKG pada Rabu, 23 September 2026 juga memprakirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Pada saat yang sama, kondisi kering masih mendominasi sebagian wilayah lainnya.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan pentingnya masyarakat memantau prakiraan cuaca berdasarkan wilayah, terutama ketika akan melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.
Waspadai Dampak Musim Kering
Periode musim kering yang berlangsung lebih panjang juga perlu mendapat perhatian. Masyarakat di wilayah yang mengalami kekurangan hujan perlu mengantisipasi ketersediaan air dan potensi dampak terhadap aktivitas pertanian.
Pemerintah daerah dan masyarakat juga dapat menggunakan informasi BMKG sebagai dasar untuk menyesuaikan kegiatan dengan kondisi cuaca dan musim.
Memasuki akhir September 2026, masyarakat dapat terus memantau perkembangan prakiraan musim karena kondisi atmosfer dapat berubah seiring waktu.
Kapan Musim Hujan 2026 Dimulai?
Secara umum, BMKG memperkirakan musim hujan 2026/2027 mulai berlangsung pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Namun, waktu tersebut tidak menjadi tanggal yang sama untuk seluruh daerah di Indonesia.
Masyarakat sebaiknya mengecek informasi BMKG berdasarkan provinsi atau kabupaten/kota masing-masing agar memperoleh gambaran yang lebih sesuai dengan kondisi setempat.
Perkembangan El Niño dan dinamika atmosfer lainnya juga tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi pola hujan dalam beberapa bulan mendatang.
