Pidato Kiai Hasan Gontor di Depan Prabowo: Singgung Ijazah, Jabatan hingga ‘Cari Muka’

Pidato Kiai Hasan Gontor di Depan Prabowo: Singgung Ijazah, Jabatan hingga ‘Cari Muka’

UDAHKETEMU.COM PONOROGO — Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan pidato yang diselingi sejumlah kelakar saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

Salah satu bagian pidato yang menarik perhatian adalah ketika Kiai Hasan membahas istilah “cari muka”. Dengan gaya bercanda, ia mengaitkan istilah tersebut dengan orang yang berusaha mendapatkan sesuatu yang belum dimilikinya.

Awalnya, Kiai Hasan bercerita mengenai penantiannya terhadap kehadiran Presiden Prabowo dalam acara tersebut.

Ia mengatakan telah lama memikirkan kedatangan Prabowo. Bahkan, ia sempat bergurau bahwa jika Prabowo tidak hadir, dirinya akan merasa malu di hadapan para tamu.

Dari situlah ia kemudian memainkan istilah “cari muka”.

“Kalau Pak Prabowo hari ini enggak datang, muka saya mau ditaruh di mana? Akhirnya saya harus cari muka,” ujar Kiai Hasan dalam pidatonya.

Baca juga  Jejak Nusron Wahid di Tengah Sorotan Kasus HGB dan Pengunduran Diri dari Golkar

Ijazah, nama, uang hingga jabatan

Kiai Hasan kemudian memperluas makna “cari muka” dengan menyebut sejumlah hal yang menurutnya kerap dicari manusia.

Ia menyampaikan bahwa ada orang yang mencari ijazah ketika tidak memilikinya, mencari nama ketika belum memiliki nama, mencari uang ketika tidak punya uang, hingga mencari jabatan ketika belum memiliki jabatan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam suasana yang cair dan kemudian mendapat respons tepuk tangan dari para hadirin.

Kiai Hasan kembali membuat suasana menjadi ringan dengan menanggapi tepuk tangan tersebut.

Ia berseloroh bahwa tepuk tangan itu diberikan pada waktu yang tidak tepat, lalu menutup bagian tersebut dengan ungkapan, “Sorry, sorry.”

Tidak ada nama pejabat atau tokoh tertentu yang disebut Kiai Hasan ketika menyampaikan bagian pidato tersebut. Karena itu, pernyataan mengenai “cari muka” tersebut tidak secara spesifik diarahkan kepada seseorang.

Gontor memilih jalur pendidikan

Di balik candaan tersebut, Kiai Hasan menyampaikan pesan mengenai pilihan Gontor dalam membangun bangsa.

Baca juga  Enam Penyelam Khusus Diterjunkan Cari Korban KM Virgo 8

Ia menegaskan bahwa lembaga pendidikan yang dipimpinnya memilih pendidikan sebagai jalan utama.

“Kami tetap memilih pendidikan,” kata Kiai Hasan di hadapan Presiden Prabowo.

Menurutnya, Gontor tidak ingin sekadar menjadi penonton sejarah. Ia mengutip pesan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya tidak melupakan sejarah, tetapi kemudian menekankan bahwa generasi saat ini juga memiliki tanggung jawab untuk membangun sejarah.

Kiai Hasan menyampaikan bahwa Gontor ingin para santrinya mampu memahami sejarah sekaligus mengambil peran dalam perjalanan bangsa.

Peringatan satu abad Gontor

Pidato tersebut disampaikan dalam rangkaian Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo.

Momentum satu abad menjadi kesempatan bagi Gontor untuk menegaskan kembali peran pendidikan pesantren dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan bangsa.

Dalam pidatonya, Kiai Hasan juga menyinggung keberagaman latar belakang organisasi keagamaan para santri Gontor. Setelah menyelesaikan pendidikan, para alumni tetap dapat kembali kepada lingkungan dan organisasi masing-masing.

Baca juga  Enam Penyelam Khusus Diterjunkan Cari Korban KM Virgo 8

Pesan tersebut memperlihatkan posisi Gontor sebagai lembaga pendidikan yang menempatkan pendidikan sebagai salah satu jalur utama dalam membentuk generasi dan berkontribusi bagi Indonesia.

Sementara itu, kehadiran Prabowo dalam peringatan satu abad Gontor menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian acara tersebut.

Pidato Kiai Hasan pun menjadi perhatian karena memadukan pesan tentang pendidikan, sejarah, dan pembangunan bangsa dengan gaya humor yang membuat suasana acara berlangsung lebih santai.