JAKARTA, UDAHKETEMU.COM — Pemerintah Indonesia kembali menyoroti perlindungan anak di platform digital. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid bertemu dengan CEO Roblox David Baszucki di Silicon Valley untuk membahas keamanan anak di dalam platform permainan daring tersebut.
Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong platform digital agar menjalankan ketentuan perlindungan anak di Indonesia. Pemerintah juga mendorong Roblox memperkuat kehadirannya di Indonesia.
Pemerintah Soroti Aktivitas Anak di Roblox
Roblox menjadi salah satu platform yang mendapat perhatian pemerintah karena banyak anak dan remaja menggunakan layanan tersebut untuk bermain sekaligus berinteraksi secara daring.
Menkomdigi meminta pengelola platform memperkuat sistem yang dapat melindungi pengguna anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Pembahasan tersebut juga berkaitan dengan penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, yang menjadi salah satu dasar pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak di lingkungan digital.
Roblox Diminta Patuhi Aturan Indonesia
Dalam pertemuan dengan CEO Roblox, pemerintah menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Indonesia.
Pemerintah sebelumnya telah menetapkan ketentuan yang mengatur platform digital dalam memberikan perlindungan kepada anak. Kebijakan tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk pengelolaan akun anak dan upaya mengurangi risiko yang dapat muncul ketika anak menggunakan layanan digital.
Roblox menjadi salah satu platform yang masuk dalam perhatian pemerintah seiring besarnya penggunaan layanan permainan tersebut oleh masyarakat.
Kantor Roblox di Jakarta Ikut Didorong
Selain membahas perlindungan anak, pemerintah juga mendorong Roblox untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia.
Salah satu bentuknya adalah mendorong keberadaan kantor Roblox di Jakarta. Kehadiran langsung perusahaan di Indonesia diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah serta mendukung pengembangan ekosistem digital nasional.
Aturan Digital Semakin Diperketat
Perhatian pemerintah terhadap Roblox tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah juga membahas kepatuhan berbagai platform digital terhadap aturan perlindungan anak.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan platform digital berisiko tinggi dapat menghadapi sanksi apabila melanggar ketentuan perlindungan anak. Detik mencatat pemerintah menyiapkan sanksi yang dapat mencapai 6 persen dari pendapatan global untuk platform besar dalam konteks pelanggaran tertentu.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas anak di internet kini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam pengaturan ruang digital.
Orang Tua Tetap Perlu Mengawasi Anak
Penguatan aturan platform tidak menggantikan peran orang tua dalam mendampingi anak ketika menggunakan internet.
Orang tua tetap perlu mengetahui jenis permainan yang dimainkan anak, siapa yang dapat berinteraksi dengan mereka, serta informasi apa saja yang dibagikan melalui platform.
Pendampingan tersebut menjadi semakin penting karena permainan daring modern tidak hanya menyediakan aktivitas bermain, tetapi juga fitur komunikasi dan interaksi dengan pengguna lain.
Menunggu Langkah Berikutnya
Pertemuan antara Meutya Hafid dan David Baszucki menjadi perkembangan terbaru dalam pembahasan hubungan antara pemerintah Indonesia dan Roblox.
Pemerintah kini mendorong perusahaan untuk memastikan platformnya memenuhi ketentuan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.
Sementara itu, pengguna dan orang tua masih menunggu bagaimana langkah Roblox dalam menyesuaikan sistem serta layanannya dengan regulasi Indonesia.
Dengan jumlah pengguna anak yang besar di berbagai platform digital, isu Roblox, perlindungan anak, PP Tunas, dan aturan internet Indonesia diperkirakan masih menjadi perhatian dalam perkembangan kebijakan ruang digital nasional.
