Ternyata Ini Bahayanya Jika Jarang Mengganti Seprei

Ternyata Ini Bahayanya Jika Jarang Mengganti Seprei

Tempat tidur adalah tempat yang rutin kita gunakan setiap hari dalam jangka waktu yang cukup lama. Yakni rata-rata 7-9 jam bagi orang dewasa. Dan bisa lebih lama lagi bagi anak-anak dan bayi.

Intensitas yang sangat sering ini mengharuskan kita untuk benar-benar menjaga kebersihan tempat tidur. Salah satunya dengan rutin mengganti seprei.

Saat tidur, terutama pada malam hari, sel-sel tubuh diperbarui sehingga sel kulit mati berguguran dan menempel di seprei. Selain sel-sel tubuh yang meregenerasi, kotoran yang keluar dari tubuh kita saat tidur, juga bisa membuat seprei dan perangkat lainnya juga menjadi kotor. Keringat dan sejumlah cairan lain yang bisa saja keluar saat kita tidur.

Baca juga  Jangan Dibiarkan, Ini Tanda Kamu Harus Turunkan Berat Badan

Kadang, remahan makanan dan kotoran lain juga bisa mengotori seprei sehingga semakin rawan menjadi tempat perkembangbiakan kuman dan bakteri.

Menurut sebuah studi pada 2015, sebagaimana dilansir oleh Business Insider, yang mengukur tingkat kontaminasi jamur di tempat tidur, menemukan bahwa bantal jenis bulu dan sintetis berusia 1,5 sampai 20 tahun dapat menyimpan 4 sampai 17 spesies jamur yang berbeda. Semakin lama, jumlahnya bisa saja meningkat secara drastis.

Lalu, apa akibatnya jika seprei jarang diganti?

Seprei yang jarang diganti salah satunya akan mengundang aneka sumber penyakit untuk berkembang biak di sana. Salah satunya tungau.

Kotoran tungau sarat dengan alergen yang ketika dihirup dapat memicu masalah pernapasan bagi mereka yang memiliki alergi dan/atau asma. Kotoran tungau juga dapat memperburuk jerawat dan eksim. Tungau juga bisa menyebabkan penyakit scabies.

Baca juga  Cara Menggunakan Zoom dari Mengatur Suara, Mengganti Nama Sampai Mengaktifkan Gambar

Tak hanya itu, spora jamur dan feses tungau dapat menyebabkan pneumonia dan Onychomycosis. Onychomycosis adalah infeksi jamur yang mengakibatkan lesi kulit dan kuku rapuh. Menyeramkan kan?

Agar terhindar dari tungau dan sejumlah bakteri/kuman lain, seprei sebaiknya seeing mungkin diganti. Idealnya dicuci seminggu sekali. Frekuensi mengganti seprei bisa lebih sering jika seprei sudah kotor dan lembab.

Selain seprai, selimut, dan sarung bantal guling, kasur juga perlu dirawat. merawat kasur Anda. Bisa dengan menaburkan baking soda di seluruh permukaannya lalu jemur kasur di bawah matahari setidaknya selama satu jam. Setelahnya, gunakan vacuum untuk menyedot segala sisa remah baking soda yang mungkin tertinggal. Perawatan kasur tidak perlu sesering mengganti seprei.

Baca juga  Ini Cara Lengkap Menggunakan Google Classroom, Beserta Fitur dan Fungsinya
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan ekstensi untuk memblokir iklan. Tolong dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan ini.
Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock
Please turn AdBlock off