Tapak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) muncul di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru-Kampar

Tapak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) muncul di wilayah perbatasan Kota Pekanbaru-Kampar

Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terjunkan tim ke lokasi.

Kemunculan tapak “Raja Hutan” di Sumatera ini tepatnya di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Lokasi tersebut berbatasan dengan ibu kota Provinsi Riau.

“Kalau melihat dari jejak yang ada di jalan tanah di desa Karya Indah itu memang dugaan kuat tapak harimau,” kata Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro kepada detikcom, Senin (2/12/2019).

Heru menjelaskan, kemunculan jejak kaki harimau itu terlihat tadi pagi. Di jalan tanah yang bekas turun hujan, terlihat tapak harimau yang melangkah di wilayah tersebut.

“Tadi malamkan turun hujan, sehingga jalan tanah di desa itu terlihat jelas ada tapak satwa yang kita duga tapak harimau,” kata Heru.

Baca juga  Acara Syukuran Dan Salat Hajat Ke-48 Tahun Banjarmasin Post Di Gedung Lantai V Palimasan Berlangsung Khikmat

Menurut Heru, diperkirakan harimau yang melintas di desa tersebut berasal dari kawasan hutan taman raya (Tahura) yang tak jauh dari lokasi tersebut.

“Desa tersebut bisa jadi merupakan wilayah jelajah harimau. Jadi hal yang biasa kalau harimau melintas di wilayah jelajahnya sendiri,” kata Heru.

Namun demikian, katanya, masyarakat setempat harus waspada. “Ya sebenarnya hal yang biasa, karena memang rumah dia atau wilayah jejahnya di situ. Tapi waspada ya tetap waspada. Sampai sejauh inikan tidak ada konflik secara fisik dengan manusia,” kata Heru.

Harimau tetap akan berjalan, sambumg Heru, di wilayah jelajahnya (homering) tanpa bisa dibatasi. Tidak mungkin harimau harus terus menerus berada di “rumahnya” di Tahura.

Baca juga  Kebakaran Besar Melanda Kota Tepian, Samarinda

“Diakan (harimau) harus memang jalan, mosok kita batasi harus di Tahura saja yo nggak bisa seperti itukan,” kata Heru.

Soal tapak yang muncul tersebut, Heru belum bisa memastikan apakah harimau dewasa atau anakan yang melintas di desa tersebut.

“Kelihatannya (tapak harimau) antara pertengahan remaja dengan dewasa. Tapikan kita belum pastikan ya kan tidak ada pembanding, makanya teman-taman (tim BBKSDA) lagi mengecek berapa ukuran tapak tersebut,” tutup Heru.

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock