PT Pertamina (Persero) merilis realisasi investasi hingga kuartal III 2019 baru mencapai 45%

PT Pertamina (Persero) merilis realisasi investasi hingga kuartal III 2019 baru mencapai 45%

Direktur Keuangan Pertamina Pahala Mansury menjabarkan untuk 2019 ini perseroan menargetkan investasi senilai US$ 4,3 miliar. Namun sampai saat ini baru menyentuh angka 45%, “Tapi memang biasanya kan akselerasi capex kita baru mendekati akhir tahun, insya Allah bisa tercapai di akhir tahun,” ujarnya, Kamis (7/11/2019).

Dari target investasi tersebut, sebanyak US$ 2,5 miliar dialokasikan untuk sektor hulu atau sekitar 60%. Sementara sisanya untuk hilir, paling banyak dikembangkan untuk proyek kilang.
“Dua megaproyek kilang kita itu totalnya sampai akhir tahun kurang lebih US$ 800 juta,” ujarnya.
Proyeksi perusahaan sampai akhir tahun realisasi bisa mencapai US$ 2,6 miliar, dan untuk sektor hulu diperkirakan bisa sentuh 80-90% dari target. Paling banyak untuk sektor hulu dialokasikan untuk anak usaha Pertamina yang mengelola blok Mahakam.

Baca juga  Kecam Pengeroyokan 5 Jurnalis di Surabaya, Dewan Pers memberikan pendapat

Demi blok Mahakam, belanja modal sebanyak US$ 1 miliar dialokasikan. Sementara untuk sisi hilir, kucuran belanja modal paling banyak untuk proyek kilang Balikpapan yang saat ini sudah masuk tahap engineering. “Dan mudah-mudahan di 2020 konstruksi, dan kita sedang tahap finalisasi mencari equity investor proyek kilang Balikpapan.”

Hingga kuartal III tahun ini perusahaan tercatat mengantongi laba sebanyak US$ 753 juta atau setara dengan Rp 10,54 triliun.
Namun, laba tersebut belum termasuk dengan angka penggantian atau kompensasi selisih harga jual yang biasanya diberikan oleh pemerintah ke Pertamina.

“Kurang lebih US$ 753 juta tapi kalau kita masukkan komponen penggantian akun ataupun kompensasi untuk selisih harga jual itu ada kurang lebih US$ 1 miliar,” ujar Pahala, Kamis (7/11/2019).

Baca juga  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pontianak Agus Sahat S.T. Lumban Gaol, mengatakan, tindak pidana yang sering tejadi di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia adalah pencurian ikan oleh kapal-kapal ikan asing yang berasal dari beberapa negara tetangga seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan ekstensi untuk memblokir iklan. Tolong dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan ini.
Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock
Please turn AdBlock off