Progres Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli Terpantau Lumayan Baik

Progres Pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol Banda Aceh-Sigli Terpantau Lumayan Baik

Progres pelaksanaan pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli terpantau lumayan baik.

Dari 74,2 Km jalan tol yang akan dibangun, sampai posisi 29 Juli 2019, sudah ada 3 Km lebih yang telah dicor beton tahap pertama.

Lokasinya di Desa Pakuk, Keuraweung Blang dan Boeng Simek, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

“Pembangunan jalan tol ini perlu terus dipicu, agar pada bulan Maret 2022, bisa berfungsi,” kata Pimpinan Proyek Jalan Tol Banda Aceh-Sigli dari PT Hutama karya, Slamet didampingi Asisten Keuangan Agus dan staf Teknis, Denny Kusumanegara kepada Serambinews.com, di Bascame ruang pertemuan PT Hutama Karya, di Blang Bintang Aceh Besar, Senin (29/7/2019).

Slamet menjelaskan, pembangunan fisik jalan tol Banda Aceh-Sigli sepanjang 74,2 Km itu dibagi dalam enam seksi.

Baca juga  Arsenal Bermain Imbang 1-1 Melawan Angers

Seksi I Padang Tiji-Seulimum sepanjang 24,3 Km.

Seksi II Seulimum-Jantho sepanjang 7,6 Km.

Seksi III Jantho-Idrapuri sepanjang 16,8 Km.

Seksi III Jantho-Indrapuri sepanjang 16,8 Km.

Seksi IV Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 Km.

Seksi V Blang Bintang-Kutabaro sepanjang 6,6 Km.

Sedangkan seksis VI Kuta Baro-Baitussalam sepanjang 5,3 Km.

Dari keeanam seksi tersebut, menurut Slamet, baru dua seksi yang realisasi pembebesan tanahanya cukup besar yaitu seksi IV Idrapuri-Blang Bintang sudah sebesar 85,50 persen.

Sedangkan realisasi fisik sudah mencapai 26,84 persen.

Kemudian seksi III Jantho-Indrapuri sebesar 85,96 persen, dengan realisasi fisik baru sebesar 8,9 persen.

“Empat ruas seksi lainnya, karena realisasi hasil pembebasan tanahnya masih rendah, pekerjaan kontruksinya belum dilakukan,”ujar Slamet.

Baca juga  Hasil UTBK SBMPTN 23 April 2019

Penandatangan kontrak kerja pembangunan fisik baru akan dilakukan setelah realisasi pelaksanaan pembebasan tanah pada seksi yang bersangkutan.

Luasnya sudah mencapai 85 persen.

Hal ini dimaksudkan, kata Agus dan Denny, agar pada waktu pekerjaan fisik dilaksanakan, hambatan yang dihadapi di lapangan menjadi kecil.

Sehingga pekerjaan fisik bisa dijalankan secara maksimal.

Tapi sebaliknya jika luas tanah yang telah dibebaskan belum mencapai 85 persen, setiap seksi pekerjaan akan terhambat.

Agus menjelaskan, jumlah dana yang telah dikeluarkan untuk pembangunan fisik jalan tol banda Aceh-Sigli ini masih rendah, baru senilai Rp 344 miliar.

Sedangkan pagu total pembangunannya sekitar Rp 8 triliun.

Sementara dana untuk pembayaran tanahnya sudah mencapai Rp 341 miliar.

Baca juga  Kecelakaan Maut Di Wilayah Hukum Polres Majalengka KM 150.900 Jalur B Tol Cipali

Anggaran pembangunan fisik dan pengadaan tanah untuk jalan tol ini, kata Agus dan Deni, sangat membantu masyarakat dan pemerintah daerah.

“Dengan adanya proyek jalan tol ini, jumlah uang beredar di masyarakat bertambah, ekonomi rakyat ikut tumbuh dan begerak maju,”ujarnya.

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock