Pohon Sengon Dituduh Jadi Penyebab Mati Listrik Massal di Sebagian Pulau Jawa

Pohon Sengon Dituduh Jadi Penyebab Mati Listrik Massal di Sebagian Pulau Jawa

PLN menduga penyebab mati listrik massal di sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8) karena pohon sengon. Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN, I Made Suprateka, memastikan pohon sengon yang menjadi penyebab mati listrik berjam-jam itu.

“Faktanya adalah terjadi di Ungaran (Jawa Tengah), itu SUTET 500 kilovolt (kV) itu ada berdekatan dengan pohon. Pohon ini mencapai ketinggian 9 meter. Nah, ini menyebabkan adanya hubungan singkat. Ada kebakaran di sana, tidak besar, kecil, namun membuat jaringan rusak fatal,” jelasnya saat ditemui di Kantor PLN Pusat, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (5/8).

Made melanjutkan, informasi yang beredar mengenai adanya sabotase adalah tidak benar. “Itu yang tidak boleh. Jadi tidak ada penyebab lainnya, hacker dan sebagainya. Apalagi sabotase dan sebagainya,” tambahnya.
Di media sosial, beredar foto dan informasi bahwa penyebab gangguan transmisi 500 kV Ungaran-Pemalang adalah sebuah pohon sengon yang menjulang tinggi. Diduga, transmisi tersangkut dahan-dahan pohon.

Baca juga  Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) Mengusulkan 8 Rancangan Percepatan Pembangunan Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Lalu seperti apa seluk beluk pohon sengon itu?
Dikutip dari jurnal berjudul Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen Ekologi, Silvikultur dan Produktivitas karya Haruni Krisnawati dkk, sengon merupakan tanaman asli Indonesia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan Australia. Sengon di Indonesia ditemukan tersebar di bagian timur seperti Sulawesi Selatan, Maluku, Papua, dan di sebagian perkebunan di Jawa.

Dijelaskan, sengon merupakan salah satu jenis pionir serbaguna yang sangat penting di Indonesia. Sengon dikenal sebagai salah jenis tanaman hutan tanaman industri di Indonesia karena pertumbuhannya yang sangat cepat, mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanah.

Jumlah tanaman sengon, yang juga dikenal dengan istilah albasiah, di Indonesia disebutkan meningkat dengan cepat selama berapa tahun terakhir. Menurut laporan Departemen Kehutanan dan Badan Statistika Nasional (2004), provinsi dengan luas tanaman sengon rakyat terbesar adalah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Sengon yang memiliki nama latin Paraserianthes falcataria dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, termasuk tanah kering, tanah lembap dan bahkan di tanah yang mengandung garam dan asam. Dengan catatan, selama drainasenya cukup.

Baca juga  Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan 197 pelajar unjuk rasa pada Senin malam kemarin

Karakteristik kayu sengon pada umumnya ringan dan lunak. Kayu terasnya berwarna putih sampai coklat muda pucat atau kuning muda sampai coklat kemerahan.

Serat kayunya lurus atau saling bertautan dan teksturnya cukup kasar, tetapi seragam. Kayu sengon tidak tahan lama ketika digunakan di tempat terbuka, sangat rentan terhadap berbagai jenis serangan serangga dan jamur.

“Hasil pengujian kayu di Indonesia menunjukkan bahwa kayu sengon rata-rata dapat bertahan (tidak rusak) selama 0,5–2,1 tahun apabila diletakkan di atas permukaan tanah,” tulisnya.

Dikutip dari berbagai sumber, harga pohon sengon beragam dan terhitung mahal. Perkiraannya, sengon kayu dengan ukuran tinggi 103 cm dan berdiameter 20 cm dihargai sekitar Rp 650.000.

Baca juga  DPRD Pangkalpinang telah menyelesaikan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD)
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock