Pertandingan Kedua Perempat Final Liga Europa Antara Slavia Praha Vs Arsenal Pagi Ini Berakhir Dengan Skor 0-4

Pertandingan Kedua Perempat Final Liga Europa Antara Slavia Praha Vs Arsenal Pagi Ini Berakhir Dengan Skor 0-4

Pertandingan kedua perempat final Liga Europa antara Slavia Praha vs Arsenal pagi ini berakhir dengan skor 0-4. Kemenangan tersebut membuat Arsenal lolos ke semifinal.
Menurut Martin Keown, keduanya tampil luar biasa karena mampu bertahan dan menyerang dengan sama baiknya.
Ia mengaku sudah mendengar komentar para pelatih di akademi Arsenal tentang kemampuan Bukayo Saka. Menurutnya, performa sang pemain membuktikan ucapan sang pelatih.
“Sungguh luar biasa. Saka, dia bisa bermain di mana saja. Kami dengar guru olahraganya mengatakan betapa bagusnya dia di berbagai posisi, dia sudah membuktikannya malam ini,” kata Keown.
Keown pun menyatakan bahwa dirinya terkesan dengan kemampuan Smith Rowe memberikan umpan matang yang membuahkan gol Nicolas Pepe.
Smith Rowe justru mencetak gol pembuka Arsenal pada menit ke-14.

Baca juga  Lazio vs Fiorentina, Aquilotti Menang Berkat Comeback 2-1


Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah Smith Rowe dinilai berada dalam posisi offside saat menerima bola liar dari tembakan Bukayo Sakai yang berhasil ditepis kiper Ondrej Kolar.
Semenit kemudian Smith Rowe menjadi aktor penting dalam gawang Nicolas Pepe. Dia mengirim bola terobosan ke Pepe yang kemudian mengalahkan Kolar dan membawa Arsenal unggul 1-0.
Lima menit kemudian, giliran Saka yang menghancurkan pertahanan Slavia. Bek Slavia itu harus menghentikan penetrasi ke kotak penalti, mengakibatkan Arsenal mendapat penalti. Alexander Lacazette yang ditunjuk sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya.
Di babak kedua, Lacazette mencetak gol keduanya dan membuat Arsenal menang 4-0.
Kemenangan pada laga Slavia Praha vs Arsenal tersebut membuat anak buah Mikel Arteta melaju ke babak semifinal Liga Europa.

Baca juga  Pemain Indonesia Asnawai Manqualam Menciptakan Tiga Peluang Berbahaya Saat Ansan Greeners Menghadapi Bucheon 1995