Penduduk kota yang hidup di lingkungan dengan banyak pepohonan memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan yang sedikit pohonnya

Penduduk kota yang hidup di lingkungan dengan banyak pepohonan memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan yang sedikit pohonnya

Demikian menurut penelitian terakhir yang dilakukan oleh peneliti dari Barcelona Institute for Global Health.

Bila sebelumnya telah banyak penelitian yang menyebutkan rindangnya pepohonan di suatu kota dapat membuat udara di kota tersebut lebih bersih dan sehat, kini penelitian terbaru menambahkan hubungan pepohonan yang tumbuh di suatu kota dengan panjang umur.

Artinya, semakin luas area hijau di suatu kawasan maka akan semakin sehat penduduknya. Imbasnya, penduduk di kawasan tersebut akan memiliki harapan hidup yang semakin baik.

Penelitian ini mengumpulkan data dari 9 penelitian sebelumnya yang melibatkan lebih dari 8 juta orang yang berasal dari 7 negara termasuk negara berpenduduk padat seperti Tiongkok dan Kanada. Boleh dikatakan, penelitian ini adalah penelitian yang melibatkan responden terbesar untuk subyek penelitian tersebut.

Baca juga  Amerika Serikat Akan Keluar dari WHO. Kenapa ?

Peneliti menggunakan citra satelit untuk mengukur luasnya ruang terbuka hijau pada suatu kawasan, kemudian dilakukan penghitungan dengan rumus tertentu sehingga didapatkan suatu kesimpulan, mereka yang tinggal di daerah yang kawasan terbuka hijaunya lebih sedikit memiliki jumlah kematian dini yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tinggal di daerah yang kawasan hijaunya relatif luas.

Penyebab kematian dini pada mereka yang tinggal di daerah yang kawasan terbuka hijaunya sedikit antara lain penyakit jantung dan penyakit saluran pernafasan.

Meskipun penelitian ini tidak dirancang untuk menarik kesimpulan sebab akibat, peneliti berpendapat, lingkungan yang hijau sangat bermanfaat untuk kesehatan mental, meredakan stress, mengurangi polusi udara dan merangsang seseorang untuk melakukan aktivitas fisik.

Baca juga  Pelvic congestion syndrome adalah sindrom yang merupakan varises di dalam panggul
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan ekstensi untuk memblokir iklan. Tolong dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan ini.
Powered By
100% Free SEO Tools - Tool Kits PRO
Please turn AdBlock off