PENDEKATAN DAN KRITIK TERHADAP TEORI AKUNTANSI POSITIF

PENDEKATAN DAN KRITIK TERHADAP TEORI AKUNTANSI POSITIF

Teori akuntansi merupakan penalaran yang logis yang berbentuk seperangkat prinsip luas dan memberikan kerangka umum sebagai acuan yang digunakan dalam menilai praktek akuntansi. Teori akuntansi juga memberi arah pengembangan prosedur serta praktek baru. Tujuan dari teori akuntansi adalah memberikan prinsip – prinsip dasar akuntansi yang logis serta saling berkaitan satu sama lain. Selain itu teori akuntansi dapat membentuk kerangka acuan untuk menilai dan mengembangkan praktek akuntansi.
Akuntansi didefinisikan sebagai seni pencatatan, penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya (AICPA dalam Harahap, 2003). Sedangkan Horngren & Harrison (2007) menganggap akuntansi sebagai sistem informasi yang mengukur aktivitas bisnis, memproses data menjadi laporan dan mengkomunikasikan hasilnya kepada para pengambil keputusan.
Tujuan dari teori positif sendiri adalah untuk menguraikan dan menjelaskan bagaimana laporan keuangan disajikan dan dikomunikasikan kepada pemakai informasi akuntansi. Teori positif tidak untuk mengajarkan bagaimana praktik akuntansi seharusnya, tetapi untuk menjelaskan mengapa praktek akuntansi mencapai bentuk seperti saat ini.
1. Ketidakmampuan pendekatan normatif dalam menguji teori secara empiris, karena didasarkan ‘pada premis atau asumsi yang salah sehingga tidak dapat diuji keabsahannya secara empiris.

Baca juga  DEFINISI UMUM AKUNTANSI KEUANGAN

2. Pendekatan normatif lebih banyak berfokus pada kemakmuran investor secaraindividual daripada kemakmuran masyarakat luas.

3. Pendekatan normatif tidak mendorong atau memungkinkan terjadinya alokasi sumber daya ekonomi secara optimal di pasar modal. Hal ini mengingat bahwa dalam sistem perekonomian yang mendasarkan pada mekanisme pasar, informasi akuntansi dapat menjadi alat pengendali bagi masyarakat dalam mengalokasi sumber daya ekonomi secara efisien.