Pemerintah Butuh 300 Ribu Petani untuk Pengembangan Sawah Baru di Kalimantan Tengah

Pemerintah Butuh 300 Ribu Petani untuk Pengembangan Sawah Baru di Kalimantan Tengah

Pemerintah mematangkan rencana pembukaan lahan sawah baru di Kalimantan Tnegah. Sebagian dari lusa lahan yang disiapkan merupakan lahan gambut yang akan ditanami bibit padi Inpara (Inbrida Padi Rawa). Varietas itu diyakini sanggup tumbuh dengan baik dilahan gambut.

Mentri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan potensi pengembangan sawah baru di Kalteng bisa mencapai 255.000 hektar. Namun, luas lahan yang paling siap saat ini baru 164.598 hektar.

Dari luas lahan potensi tersebut, 85.456 hektar lahan sudah memiliki jaringan irigasi sendiri. Sementara 79.142 hektar sisanya merupakan potensi ekstensifikasi atau perluasan kemampuan tanam dari lahan produktif saat ini.

“Dari 85 ribu hektar tadi, 57.195 hektar yang sudah dilakukan penanaman padi selama ini oleh transmigran dan keluarga,” jelas Airlangga.

Kendati begitu, rencana pembukaan lahan persawahan baru ini bukan tanpa tantangan.Penambahana lahan sawah di Kalimantan Tengah otomatis perlu dibarengi penambahan jumlah petani. Mentri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, idealnya dibutuhkan dua hingga tida orang petani untuk menggarap 1 hektar lahan sawah.

Baca juga  Ganjar Pranowo Akan Menang jika Pilpres Digelar 2020, Anies Gelabakan

“Kalau 200 ribu (hektar) berarti 300 ribu orang harus dimukimkan di sana” jelas Syahrul usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Rabu (13/5).

Syahrul mengungkapkan, menyimpan petani sebanyak itu bukan perkara mudah. ia mengingatkan, program serupa dimasa lalu pernah dilakukan dengan mendatangkan ribuan petani. Namun nyatanya kebanyakan dari petani yang didatangkan hanya sanggup menggarap satu musim tanam saja.

“Belajar dari kegagalan yang lalu kita kurang petani disitu. Jadi setelah selsai serbuan tanam, satu musim ditinggalkan. Lahan jadi tertinggal lagi.” katanya.

Mentan pun berharap pemerintahan saat ini bisa belajar dari pengalaman dan masa lalu untuk bisa mendatangkan petani yang siap bekerja dan menetap dalam jangka waktu yang lama. Apalagi, ujarnya, penanganan sawah di atas lahan gambut tidak sama dengan penggarapan sawah dataran rendah seperti di Jawa.

Baca juga  Jokowi Menjelaskan Konsep Bagi Beban Dengan OJK, BI dan Pemerintah

“Penanganan dilahan rawa adalah penanganan ekstra power maksudnyatidak seperti lahan sawah di Jawa, atau lahan di dataran rendah dan gunung dia butuh perhatian khuhus.” jelasnya.

Syahrul menambahkan, pihaknya akan segera melakukan kunjungan ke Kalimantan Tengah untuk mengecek langsung kesiapan lahan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajarannya untuk merealisasikan lumbung padi baru di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pembukaan lahan sawah baru ini untuk mengatasi kekeringan panjang.

Kalimantan Tengah dipilih sebagai lumbung padi baru bukan tanpa alasan. airlangga menyebutkan, penentuan lokasi itu mengikuti masukan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebutkan bahwa curah hujan di Pulau Kalimantan masih cukup tinggi sampai November mendatang. Disaat yang sama, Pulau Jawa dan wilayah lain di Indonesia dihadapkan dengan resiko kekeringan.

Baca juga  Terlalu Cocok, Ji Chang Wook dan Kim Ji Won Dikabarkan Akan Bersanding Di Drama yang Baru

“Curah hujan sampai November masih cukup, masih sekitar 200 mm dan juga kebutuhan air relatif ada. Sehingga Kementan dan BUMN, PUPR dan yang lain konsentrasi untuk menyiapkan infrastruktur lumbung pangan di Kalimantan Tengah, di Pulang Pisau,” kata Airlangga.