Pelvic congestion syndrome adalah sindrom yang merupakan varises di dalam panggul

Pelvic congestion syndrome adalah sindrom yang merupakan varises di dalam panggul

Rasa nyerinya jangan ditanya.

Inilah salah-satu kondisi kronis yang terjadi pada kaum perempuan.  Hal ini menimbulkan rasa nyeri yang menyakitkan pada panggul.

Biasanya rasa sakit tersebut menghilang atau menjadi ringan di pagi hari, namun setelah itu penderitanya disepanjang hari merasakan sakit yang memburuk. Bahkan rasa nyeri makin menjadi disaat berbaring dan bila terkena panas.

Bicara varises pelvis pada wanita, maka tidak bisa dilepaskan dari masalah kegagalan dalam aliran darah. Akibatnya, vena ovarium mengalami kehilangan integritas dan elastisitas pada katup. Lalu dinding pembuluh darah membentang, rongga vena pun mengembang.

Throughput-nya hilang, dan vena tidak bisa lagi menyusut dengan benar. Pada awal perkembangan penyakit ini, wanita mulai merasakan sakit.

Baca juga  Penduduk kota yang hidup di lingkungan dengan banyak pepohonan memiliki harapan hidup yang lebih panjang dibandingkan dengan mereka yang tinggal di lingkungan yang sedikit pohonnya

Penyebab dan Gejala

Ada banyak faktor berbeda yang berkontribusi pada hal ini, diantaranya ialah kehamilan. Mengapa demikian?Karena pada periode ini volume darah wanita meningkat secara substansial. Bersamaan dengan penambahan berat badan, yang juga merupakan karakteristik wanita hamil, maka peregangan dinding pembuluh ikut berlangsung. Hal ini dapat menyebabkan masalah pada katup dan munculnya fenomena stagnan.

Pada periode kehamilan ini bisa menjadi fenomena yang berbahaya. Ketika dinding pembuluh itu sendiri dapat meregang dan kehilangan bentuk.

Derita kaum hawa yang satu ini pun bisa diakibatkan oleh aktifitas hormon. Hormon khusus ini akan aktif selama kehamilan dan dirancang untuk mengendurkan otot-otot rahim. Tapi kadang-kadang negatif mempengaruhi dinding pembuluh, kontraktilitas mereka.

Baca juga  Amerika Babak Belur Hadapi Covid-19, Gedung Putih Diam Saja ?

Gaya hidup yang tidak aktif, serta transfer beban oleh wanita, disfungsi seksual (kurangnya orgasme), atau masalah seperti dyspravitation dapat menyebab kan masalah. Begitu juga penyakit ginekologi, serta penggunaan alat kontrasepsi yang mengakibatkan terganggunya hubungan seksual.

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan ekstensi untuk memblokir iklan. Tolong dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan ini.
Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock
Please turn AdBlock off