Menghijaukan Ekonomi, Bisnis & Akuntansi

Menghijaukan Ekonomi, Bisnis & Akuntansi

Dalam dua dekade terakhir, kerusakan lingkungan, pemanasan global (global warming) dan perubahan iklim (climate change) kian serius dan menakutkan, serta dampak-dampak negatif yang luar biasa bagi kehidupan umat dan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat internasional. Bencana alam seperti banjir, rob, pencemaran udara, udara dan tanah, perubahan iklim yang ekstrim, perubahan cuaca yang ekstrim, dan lainnya yang terjadi dimana-mana. Sejumlah hasil analisis menunjukkan bahwa semakin masifnya eskalasi pemanasan global dan perubahan iklim tersebut disebabkan oleh kerusakan lingkungan yang semakin masif di berbagai negara, termasuk di Indonesia. kerusakan lingkungan tersebut tidak hanya menyebabkan terjadinya krisis lingkungan, tapi juga menyebabkan krisis sosial, krisis ekonomi, krisis energi dan sumber daya,

Baca juga  PENGETAHUAN DAN KEAHLIAN MANAJEMEN INFORMATIKA

Harus diakui bahwa pendekatan pembangunanselamat pemerintahan SBY-Boediono selamat2004-2014telah menghasilkanpertumbunanekonomiyangtinggi ,yaitudiatas5 persen per tahun (kecuali 2009). Namun bersamaan dengan pertumbuhan yang tinggitersebut , jugaterjadikerusakanlingkungandankrisis sosialal-lingkunganyangkianseriusdan mengkuatirkan. Kemiskinan, gerakan, terlampir ekonomi, kkerusakan
4 lingkungan danbencanaalam yangakibatolehperilaku serakah parapelaku ekonomsayadan bisnisjuga kmeningkat.Kesenjangan pendapatanantarkelompok masyarakat,yangtercemin dalamrasioGini, terusmeningkatdalam sepuluh tahunterakhir hinggamencapaidi atas 0,41.Fenomena tersebut menunjukkan bahwa ada yang keliru dalam strategipembangunan nasian yangberbasispadaempatipilar( pro pertumbuhan,pro-miskin,pro-pekerjaan,pro-hijau )tersebut.Bisaya , _sstrategidsebuahkebijakanpembangunanselamatinitanpadisadarijustrutelahmdoronganmunculnyaperilakukeserakahanparapelakuekonomidanbisnisyangmengorbankanmasyarakatdanlingkungandemikepentinganpertumbuhanekonomidan bisnis.