Laila Sari Meninggal Dunia Akibat Kelelahan Bekerja

Laila Sari Meninggal Dunia Akibat Kelelahan Bekerja

Kabar dari Laila Sari atau Neli pada 20 November 2017 lalu memang menyisakan kesedihan. Artis yang selalu dikenal sebagai nenek yang lincah dalam bernyanyi. Laila Sari meninggal dunia di rumahnya sendiri. Saat pemakaman, jenazah Laila Sari rupanya ditumpuk satu liang lahat bersama mendiang sang suami, M Iskandar Bin Bunyamin yang meninggal pada 21 Oktober 1998. Hal itu dikarenakan pemakaman sudah penuh sehingga warga memutuskan untuk menyatukan jenazah Laila dengan mendiang suaminya.

Laila Sari dimakamkan di pemakaman umum Karet Bivak, Jakarta Pusat. Jenazahnya diantarkan oleh ambulans dan diiringi ratusan ojek online. Para ojek online juga masih tetap berada di makam Laila, setelah proses pemakaman selesai dan pihak keluarga sudah pulang ke rumah. Pada pemakaman artis senior benama lengkap Nur Laila Sari Jahrotuljannah itu, tidak terlihat ada artis yang hadir. Sempat ada yang menyebutkan kehadiran artis lawak senior turut hadir namun tak juga ada yang mengenalnya. Kepedulian justru ditumpahkan oleh para driver ojol yang mengawal jenazah Laila Sari. Driver ojek online itu tidak hanya berasal dari kawasan dekat rumah Laila. Mereka yang tinggal jauh dari rumah duka rela datang khusus mengantar dan memberikan penghormatan terakhir bagi artis senior itu. Artis senior yang sudah membintangi setidaknya 26 judul film itu masih aktif bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Laila Sari meninggal diduga karena kelelahan setelah dirinya pulang dari Net TV, mengambil uangnya yang belum dilunasi. Sebelum meninggal, Laila sempat sesak nafas dan pada akhirnya mengembuskan nafas terakhir.

Baca juga  Jokowi Marah Karena Penanganan Corona Diluar Ekspetasi

Tetangga Laila, Wheny Melinda mengungkapkan kondisi Laila sebelum wafat. Ada hal yang bisa dipelajari salah satunya terkait kelelahan dalam bekerja. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit kardiovaskular, gangguan muskuloskeletal, gangguan psikologis, bunuh diri, hingga kanker bisa terjadi ketika seseorang kelelahan karena bekerja. Sedangkan gangguan fungsi kekebalan tubuh adalah masalah kesehatan utama akibat terlalu banyak bekerja. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Occupational and Environmental Medicine menggambarkan hubungan dari jam kerja seseorang dalam seminggu dan risiko serangan jantung. Orang yang bekerja 55 jam seminggu, 16% lebih mungkin meningkatkan risiko serangan jantung bila dibandingkan dengan mereka yang bekerja 45 jam seminggu. Sementara mereka yang bekerja 65 jam seminggu melihat risiko mereka meningkat sebesar 33%. Hal ini didukung oleh laporan dari NCBI, kelelahan berlebihan bisa menjadi sebab kematian mendadak yang dikaitkan dengan rasa tegang yang berkepanjangan selama bekerja atau penyakit jantung. Sebuah studi yang diterbitkan pada 2014 oleh jurnal Psychosomatic Medicine mengatakan mereka yang memiliki jenis pekerjaan tinggi memiliki peluang 45% lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan mereka yang memiliki jenis pekerjaan yang rendah. Merasa terlalu banyak bekerja juga dapat merusak kesehatan mental. Stres berkorelasi dengan 75 hingga 90% kunjungan medis, menurut American Institute of Stress.

Baca juga  Fakta Menarik Bo Mi APINK