Site icon Udah Ketemu

94 Tim dari 43 Kampus Adu Teknologi Drone di IKN, Kontes Robot Terbang Indonesia Dimulai

BALIKPAPAN, UDAHKETEMU.COM — Sebanyak 94 tim dari 43 perguruan tinggi di Indonesia mulai mengikuti Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan.

Kompetisi teknologi pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) tersebut dimulai pada Senin, 21 September 2026, dan akan berlangsung hingga 25 September 2026. ITK menjadi tuan rumah ajang yang mempertemukan ratusan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Ratusan Mahasiswa Adu Kemampuan Membuat Drone

KRTI 2026 mempertemukan 373 mahasiswa yang akan menunjukkan kemampuan mereka dalam merancang, membangun, sekaligus menguji sistem pesawat tanpa awak.

Para peserta datang dari berbagai perguruan tinggi. Selain ITK sebagai tuan rumah, sejumlah kampus besar juga mengirimkan timnya untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Beberapa di antaranya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Airlangga, Telkom University, BINUS University, dan Universitas Islam Indonesia.

Dua perguruan tinggi dari Kalimantan juga ikut bertanding, yakni Universitas Mulawarman dan Universitas Lambung Mangkurat.

Digelar Selama Lima Hari

Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 September 2026.

ITK dipercaya menjadi tuan rumah oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pihak ITK menilai penyelenggaraan kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai wilayah untuk memperlihatkan hasil inovasi mereka dalam teknologi penerbangan tanpa awak.

Selain menjadi arena kompetisi, penyelenggara juga ingin menjadikan KRTI sebagai ruang pengembangan talenta muda di bidang teknologi kedirgantaraan.

Drone Bukan Sekadar untuk Perlombaan

Teknologi UAV yang dikembangkan mahasiswa memiliki berbagai potensi penggunaan di dunia nyata.

Pesawat tanpa awak dapat membantu melakukan pemetaan wilayah, pemantauan kawasan, navigasi, mitigasi bencana, hingga distribusi logistik.

Karena itu, kemampuan mahasiswa dalam merancang sistem UAV tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membuat drone bisa terbang.

Mereka juga perlu memikirkan bagaimana sistem tersebut dapat menjalankan tugas secara tepat, aman, dan efisien.

IKN Jadi Lokasi Unik untuk Kompetisi Teknologi

Penyelenggaraan KRTI di kawasan IKN memberikan suasana berbeda dibandingkan kompetisi teknologi yang berlangsung di lingkungan kampus biasa.

IKN menjadi simbol pembangunan kawasan perkotaan yang mengandalkan teknologi dan inovasi. Sementara itu, para mahasiswa membawa berbagai gagasan baru dalam pengembangan sistem pesawat tanpa awak.

Pertemuan antara kawasan pembangunan masa depan dan inovasi mahasiswa tersebut membuat KRTI 2026 memiliki daya tarik tersendiri.

Ajang ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan teknologi tidak hanya berlangsung di perusahaan atau lembaga penelitian, tetapi juga di lingkungan perguruan tinggi.

Keselamatan Penerbangan Jadi Perhatian

Karena kompetisi melibatkan penerbangan UAV, penyelenggara juga harus memperhatikan aspek keselamatan dan aturan penerbangan.

ITK telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kegiatan berjalan aman. Salah satu pihak yang dilibatkan adalah Lanud Dhomber Balikpapan.

Koordinasi tersebut mencakup aspek penerbangan, keselamatan, perizinan, serta kesiapan teknis selama kompetisi berlangsung.

Menyiapkan Talenta Teknologi Masa Depan

KRTI 2026 tidak hanya mempertemukan mahasiswa untuk memperebutkan prestasi. Kompetisi tersebut juga menjadi tempat bagi peserta untuk menguji kemampuan mereka menghadapi persoalan teknologi secara langsung.

Mahasiswa harus bekerja dalam tim, merancang sistem, melakukan pengujian, menemukan masalah, kemudian memperbaiki teknologi yang mereka buat.

Pengalaman seperti ini dapat menjadi bagian penting dalam proses pembentukan talenta teknologi Indonesia.

ITK berharap penyelenggaraan KRTI 2026 dapat melahirkan lebih banyak mahasiswa yang mampu mengembangkan teknologi UAV dan mendorong kemandirian teknologi kedirgantaraan nasional.

KRTI 2026 Dimulai Hari Ini

Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 resmi dimulai pada Senin, 21 September 2026 dan akan berlangsung sampai 25 September 2026.

Sebanyak 94 tim dari 43 perguruan tinggi akan membawa berbagai rancangan dan teknologi UAV untuk diuji dalam kompetisi tersebut.

Dengan ratusan mahasiswa yang terlibat, KRTI 2026 menjadi salah satu ajang yang menarik untuk melihat perkembangan teknologi pesawat tanpa awak hasil karya generasi muda Indonesia.

Exit mobile version