Kepala Pelaksana Harian BPBD Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa Mengatakan Berdasarkan Katalog Yang Dikeluarkan BNPB Wilayah Babel Berpotensi Tinggi Untuk Kekeringan

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa Mengatakan Berdasarkan Katalog Yang Dikeluarkan BNPB Wilayah Babel Berpotensi Tinggi Untuk Kekeringan

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Bangka Belitung Mikron Antariksa mengatakan berdasarkan katalog yang dikeluarkan BNPB, seluruh wilayah Babel berpotensi tinggi untuk kekeringan. Perlu antisipasi lebih jauh, tak terkecuali bagi Pangkalpinang.

“Karena kita lebih mengandalankan air tadah hujan, baik kolong maupun sumur. Pangkalpinang begitu juga. Apabila kemaraunya lama, tentu air resapan itu akan berkurang, akan kebingungan ngambil di mana, karena kolong-kolong kering,” kata Mikron, Selasa (30/7/2019).

Saat ini, Mikron mengakui risiko kekeringan itu belum parah. Pasokan air baku dinilai masih memadai.

“Tetapi ketika kemarau panjang, risikonya ya kekeringan,” kata Mikron.

Memurut Mikron, Pangkalpinang idealnya perlu membangun semacam waduk sebagai sumber air baku. Ini pernah Mikron dengar saat masih bertugas di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Baca juga  Menteri Susi Pudjiastuti Semprot Wasekjen MUI Ustadz Tengku Zulkarnain

Waduk yang dimaksud adalah waduk pengolahan air payau di sekitar Selindung. “Jadi masih perlu dikelola menjadi air yang layak konsumsi. Ini perlu kajian. Setahu kami ini sudah dimulai, DED-nya juga sepengetahuan saya sudah disusun. Ini perlu sebagai kesiapan air bakunya,” kata Mikron.

Menurut Mikron, sebenarnya potensi kekeringan bukan hanya di Pangkalpinang. Masing-masing daerah ada potensi tersebut.

“Kami mendorong tiap daerah untuk dapat lebih kreatif dan inovatif dalam mencari sumber air. Sebab, yang kita ketahui Babel ini tidak ada gunung, tidak ada sungai di bawah tanah,” kata Mikron.

Pangkalpinang Serba Salah saat Hujan dan Kemarau

Kasi Evaluasi DAS dan HL BPDAS Baturusa Cerucuk, Taufik Aulia menjelaskan, Babel saat ini memiliki 12607 kolong yang berpotensi menjadi simpanan air. Kolong-kolong ini lah yang menjadi penampung air di seluruh Babel.

Baca juga  HUT Majelis Taklim Rahmat Hidayat Ke 12 Ribuan Warga Kota Bandar Lampung Ikuti Jalan Sehat Dengan Hiburan Artis Ibu Kota Dan Doorprize Menarik

Senada dengan Mikron, Taufik menjelaskan, Babel secara alami memiliki cadangan air tanah yang kecil. Tidak ada gunung di Negeri Seumpun Sebalai ini.

Jika dibandingkan daerah lain, Pangkalpinang justru sama tidak memiliki sumber air baku dari dalam tanah. Ibu kota murni mengandalkan kolong.

Kolong Kacangpedang misalnya mengandalkan resapan air dari wilayah Kace. Itu pun kondisinya sudah habis akibat banyaknya bangunan hingga tambang ilegal.

Pun demikian dengan hulu di Mangkol yang merupakan hulu bagi aliran Pedindang menuju Pangkalpinang. Sehingga Pangkalpinang adalah wilayah hilir sekaligus wilayah terdampaknya bagi kedua hulu tersebut.

Taufik mengatakan sudah minim sekali area terbuka hijau di kedua hulu tersebut saat ini. Kondisi ini diperparah dengan permukaan wilayah Pangkalpinang yang berupa cekungan dan kolong-kolongnya tak disanggah tegakkan (tanaman) yang memadai untuk menahan resapan air di sana.

Baca juga  Pilpres Berlanjut ke Mahkamah Konstitusi

“Dengan tidak banyaknya tanaman di sekitar kolong sekaligus menimnya resapan air tanah, membuat Pangkalpinang serba salah. Saat hujan lebat, ibu kota terancam cepat banjir. Sementara saat kemarau panjang, Pangkalpinang terancam kekeringan. Sehingga perlu sinergisitas antara Pangkalpinang-Bangka Tengah, dan Pangkalpinang-Bangka,” kata Taufik, Senin (29/7/2019)

Sebagai gambaran, dia mengatakan pada 2015, kemarau enam bulan saja, kolong Merawang yang besar bagi PDAM dan merupakan andalan pernah kering. Padahal di sana banyak tanaman. Apalagi bagi kolong-kolong baru yang masih tandus atau belum ada tanaman di sekitarnya.

Kondisi ini sangat perlu diperhatikan. Jika kemarau lebih dari enam bulan, ancaman kekeringan itu nyata. Ini sangat berbahaya sampai untuk mandi saja harus beli air, dan pernah terjadi pada 2015,” kata Taufik.

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock