Jelang Idul Adha 2019/1440 H, Ada Larangan Puasa Di Bulan Dzulhijjah, Ini Penjelasannya.

Jelang Idul Adha 2019/1440 H, Ada Larangan Puasa Di Bulan Dzulhijjah, Ini Penjelasannya.

Jelang Idul Adha 2019/1440 H, ada larangan puasa di bulan Dzulhijjah, simak penjelasannya.

Seperti bulan-bulan hijriyah lainnya, di bulan Dzulhijjah ada beberapa amalan puasa sunnah yang dianjurkan dilaksanakan umat muslim.

Namun selain puasa sunnah, ada juga puasa yang justru diharamkan di bulan Dzulhijjah.

Mengutip dari artikel Tribun Jogja, (tayang 10 agustus 2018) ternyata ulama sepakat berdasarkan hadits Nabi Muhammad Saw, 3 hari setelah merayakan Idul Adha umat muslim tidak boleh berpuasa.

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah bisa dilakukan sejak memasuki bulan Dzulhijjah seperti puasa Dzulhijjah, Arafah dan puasa Tarwiyah dari tanggal 1 sampai 9.

Setelah Idul Adha dirayakan pada tanggal 10 Zulhijah, maka tiga hari setelahnya, yakni 11, 12 dan 13 adalah hari tasyrik.

Baca juga  Jelang Pilihan Walikota (Pilwali) Pasuruan 2020 mendatang, seluruh komponen masyarakat mulai aktif menggelar pertemuan untuk membahas bagaimana figur calon pemimpin Kota Pasuruan ke depannya

Dikutip dari Tribun Jogja, pada hari tasyrik umat Islam dilarang untuk berpuasa, karena itu merupakan hari makan dan minum.

Dalam hadits disebutkan,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum.” (HR. Muslim no. 1141).

Lalu bagaimana dengan orang yang terbiasa melaksanakan puasa sunah Senin Kamis, ayyamul bidh (puasa putih), serta puasa sunah lainnya?

Untuk diketahui, puasa putih dilaksanakan setiap bulan pada tanggal 13, 14 dan 15 Hijriyah.

Padahal, tanggal 13 Dzulhijjah masih terhitung sebagai hari tasyrik.

Bolehkah berpuasa pada hari itu?

Menurut Syaikh Abdul Karim Khudair seperti TribunJogja.com kutip dari Rumaysho.com, puasa pada hari tasyrik tetap tak diperbolehkan, meskipun sudah terbiasa melaksanakan puasa sunah.

Baca juga  Penyanyi solo IU baru saja merilis lagu barunya bertajuk ''Love Poem''

Menurut ulama tersebut, ada sejumlah golongan yang diperbolehkan berpuasa di hari tasyrik.

“Puasa pada hari tasyrik diharamkan kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapati hadyu (hewan kurban yang disembelih di tanah haram), maka ia boleh berpuasa tiga hari pada masa haji. Jika tidak bisa saat itu, maka tidak mengapa berpuasa pada hari tasyriq,” jelas Syaikh Abdul.
Hadits riwayat HR Bukhari nomor 1998 dijelaskan:

 “Tidak diberi keringanan di hari tasyriq untuk berpuasa kecuali jika tidak didapati hewan hadyu.”

Bila tidak bisa puasa putih pada saat ayyamul bidh, yakni salah satunya tanggal 13 Zulhijah, maka boleh puasa sunah pada tiga hari lain di bulan Zulhijah, yang waktunya tidak dilarang.

Baca juga  Gempa Bumi Tektonik Dengan Magnitudo 5,5 Mengguncang Sumbawa

Sementara itu disebutkan jika di 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, yakni mulai 2 Agustus 2018 hingga 10 Agustus 2018 nanti, dikenal sebagai hari-hari emas.

Ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah.

Salah satunya adalah dengan menunaikan puasa sunnah.

“Tidak ada hari-hari yang lebih disukai Allah untuk digunakan beribadah sebagaimana halnya hari-hari sepuluh Dzulhijjah.”

“Berpuasa pada siang harinya sama dengan berpuasa selama satu tahun dan salat pada malam harinya sama nilainya dengan mengerjakan salat pada malam lailatul qadar.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Baihaqi).

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock