Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Kerusakannya Mencapai 85 Persen

Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Kerusakannya Mencapai 85 Persen

Gunung Sinabung sekurangnya sudah dua kali erupsi pada Senin (10/8). Debu vulkanis menutupi sejumlah kawasan dan mengancam pertanian warga sekitar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Natanail Perangin-angin, memaparkan sekurangnya tiga kecamatan terdampak langsung erupsi ini, yakni Naman Teran, Merdeka dan Berastagi. Bukan hanya debu, di beberapa kawasan juga dilaporkan terjadi hujan pasir. “Kita dapatkan informasi, beberapa desa di Kecamatan Merdeka ada hujan pasir,” kata Natanail.

Dia menegaskan belum ada evakuasi warga menyusul dua erupsi ini. Aparat pemerintahan setempat, TNI dan Polri terus berkoordinasi untuk membersihkan zona-zona terpapar debu erupsi ini. Mereka mengerahkan mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk melakukan pembersihan. Di beberapa titik ketebalan abu mencapai 4 Cm.

Baca juga  Akademisi UGM : Masker Kain Kurang Efektif. Ini Solusinya ...

“Kita kerahkan damkar ke lokasi untuk membersihkan jalur utama dan fasilitas umum. Ada 7 unit armada yang kita turunkan, nanti ada bantuan 2 unit dari provinsi,” jelas Natanail.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Metehsa Purba, menyebut hampir seribu hektare lahan pertanian di Kecamatan Merdeka, Naman Teran, dan Berastagi terdampak abu vulkanis Gunung Sinabung. “Yang terdampak lebih dari 900 hektare. Paling parah Kecamatan Naman Teran. Ada juga Kecamatan Simpang Empat, dan Berastagi, tapi tidak terlalu parah,” kata Metehsa.

Abu vulkanis dari erupsi Gunung Sinabung ini juga dikhawatirkan menyebabkan gagal panen, terutama tanaman sayur-mayur, di kawasan itu. “Produktivitasnya menurun, karena kerusakannya sampai 85 persen,” ungkapnya.

Baca juga  Dunia Kaget Dengan Penemuan Vaksin Corona oleh Indonesia

Hari ini sekurangnya terjadi 2 kali erupsi Gunung Sinabung. Pos Pantau Gunung Sinabung, PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM melansir data erupsi pertama terjadi pada pukul 10.16 Wib dengan tinggi kolom abu mencapai 5.000 meter. “Yang kedua pukul 11.17 Wib dengan tinggi kolom 2.000 meter. Arah angin masih ke timur dan tenggara. Gempa tremor dan gempa vulkaniknya masih tinggi, potensi erupsi masih ada,” jelas Armen Putra, Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung.