Dunia Kaget Dengan Penemuan Vaksin Corona oleh Indonesia

Dunia Kaget Dengan Penemuan Vaksin Corona oleh Indonesia

Sebagai negara berkembang, kemampuan Indonesia menangani pandemi virus corona yang saat ini mewabah diragukan banyak pihak.

Bill Gates sendiri sempat menyatakan bahkan negara-negara kaya dan maju seperti Amerika Serikat baru bisa terbebas dari corona pada akhir tahun 2021.

Adapun negara-negara berkembang dan miskin, termasuk Indonesia, diperkirakan baru akan berhasil basmi corona pada akhir 2022.

Terkait dengan hal ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia (RI), Erick Thohir sekaligus Ketua Komite Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menyatakan bahwa kenyataan yang terjadi di Indonesia jauh mengalami kemajuan dari yang banyak diberitakan di luar negeri.

Hal ini diungkapkan Erick saat melakukan kunjungan ke Mabes Polri pada Rabu, 12 Agustus 2020.

Dikutip dari akun Youtube DIV Humas Polri yang diunggah pada Rabu, 12 Agustus 2020 Erick Thohir sempat menyebutkan vaksin virus corona baru (Covid-19) yang baru-baru ini dilakukan.

Ia menyatakan bahwa selama ini tak sedikit media di luar negeri meragukan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Terutama saat penambahan kasus positif virus mematikan tersebut semakin bertambah setiap harinya.

Namun berdasarkan keterangannya, kenyataan yang terjadi di Indonesia jauh mengalami kemajuan dalam hal penanganan virus corona.

Baca juga  Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Kerusakannya Mencapai 85 Persen

Terutama saat berbagai pihak saat ini bersatu agar virus corona di Tanah Air dapat segera ditekan.

“Selama ini kan kadang-kadang pemberitaan di media-media luar, itu seakan-akan kita tidak berdaya pada Covid-19 padahal kita ketahui bagaimana POLRI juga, TNI dan seluruh bangsa kita memastikan tadi tidak ada yang namanya antrian rumah sakit, antrian makanan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan vaksin Covid-19 yang telah diterapkan kepada 1.620 relawan asal Kota Bandung, Jawa Barat sempat membuat negara lain tercengang.

“Karena itu kemarin juga bangsa-bangsa lain cukup kaget ketika kita berhasil melakukan uji vaksin perdana tanggal 11 Agustus,” tambahnya.

Jika uji klinis tahap tiga vaksin virus corona terbukti berhasil, ia memastikan akan ada imunisasi massal pada Januari atau Februari 2021 mendatang.

“Tentu kita harapkan dengan uji vaksin perdana untuk 1.620 relawan nanti kalau ini semua berjalan dengan baik dan sukses sehingga imunisasi massal pada bulan Januari atau Februari paling telat kita bisa lakukan untuk seluruh bangsa kita,” jelasnya.

Baca juga  Gatot Nurmantyo Hadir dalam Pidato Kebangsaan Prabowo, serta Singgung Anggaran TNI

Ia menegaskan pula bahwa vaksin Covid-19 terbukti halal karena proses penyuntikan pada Selasa, 11 Agustus 2020 kemarin dipantau langsung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Dan alhamdulillah karena ini uji klinis ketiga jadi aman dan dipastikan juga halal karena itu kemarin juga pada uji vaksin perdana dari pihak MUI hadir untuk melihat proses daripada vaksin perdana ini,” ujar Erick Thohir.

Pengujian vaksin virus corona tahap tiga yang diimpor dari Tiongkok, disebut oleh Erick Thohir sebagai bukti bahwa Indonesia pun mampu menangani virus corona secara baik.

“Jadi Insya Allah kita juga bisa kasih lihat dengan bangsa lain kita gak ketinggalan gitu,” ujarnya.

Dalam kunjungannya ke Mabes Polri pada Rabu, 12 Agustus 2020 tersebut bertujuan untuk memberikan arahan terkait program imunisasi massal yang akan dilakukan pada tahun mendatang.

Ia ditemani pula oleh Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolri) Republik Indonesia (RI), Gatot Eddy Pramono yang turut memberikan penjelasan.

Agar dapat terlaksana dengan baik, program tersebut direncanakan berada di bawah TNI-POLRI.

Baca juga  Hari Lahir Pancasila dan Perbedaannya dengan Hari Kesaktian

Di samping itu, Erick Thohir sempat menjelaskan dua program yang sedang dilakukan pemerintah guna membantu masyarakat menghadapi virus corona.

“Satu, program subsidi gaji yang jumlahnya ditingkatkan dari 13,8 juta yang akan mendapatkan menjadi 15,7 juta (orang) ini hasil yang positif. Hari ini sendiri jumlah yang sudah terdaftar hampir tujuh juta lebih, tentu data-data ini dari data-data BPJS tenaga kerja yang disinkronisasi dari data-data menteri tenaga kerja,” ujarnya.

Ia memastikan pada akhir bulan Agustus 2020, subsidi tersebut akan disalurkan sesuai arahan Presiden RI, Joko Widodo.

“Dan Insya Allah ini akan didistribusikan akhir bulan ini tentu tinggal tunggu arahan bapak presiden kapan, jumlahnya Rp5 Juta ke bawah,” tambahnya.

Program kedua, yakni bantuan pada usaha mikro yang turut terdampak karena Covid-19.