DEFINISI UMUM AKUNTANSI KEUANGAN

DEFINISI UMUM AKUNTANSI KEUANGAN

Fungsi Akuntansi Keuangan
Fungsi utama dari akuntansi keuangan memberikan informasi terkait keuangan perseorangan, organisasi ataupun perusahaan. Informasi ini dapat digunakan untuk melihat keadaan keuangan dan apa saja yang telah terjadi didalamnya. Selain itu bagi pihak manajemen informasi ini sangat berguna untuk pengambilan keputusan yang tepat.

Dasar Akuntansi Keuangan yang Perlu Anda Ketahui

Ada dasar-dasar Akuntansi Keuangan yang perlu anda ketahui untuk bisa memahami dan menguasai akuntansi. Sebelum mengetahui dari dasar akuntansi keuangan, sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai Makna Akuntansi Keuangan bagi berbagai pihak. Akuntansi disebut juga sebagai seni mencatat karena terdapat beragam dasar persamaan akuntansi yang sama.

1. Nama dan Nomor Akun
Dasar Akuntansi Keuangan yang pertama yaitu nama dan nomor akun. Akun berarti tempat menampung catatan aktivitas yang dibuat secara kronologis berdasarkan sistem urut tertentu. Urutan tersebut biasanya sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi.

Kode akun merupakan nomor atau simbol tertentu yang telah melekat pada tiap-tiap akun. Kode akun digunakan untuk memudahkan pengelompokan akun yang tercatat pada jurnal yang nantinya akan dimasukan ke dalam buku besar.

Baca juga  3 Cara Utama menjadi manajer yang baik dan sukses

2. Konsep Debet dan kredit
Debet dan kredit merupakan dua konsep yang berlawanan namun saling seimbang. Debet adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk biaya dan aset. Kegunaan Akuntansi Keuangan konsep ini yaitu untuk mengetahui penambahan biaya atau aset. Jika ada biaya atau aset mengalami penambahan harus di debet di sebelah kiri.

Kredit adalah posisi akun yang saldonya normal untuk pendapatan, hutang, dan modal yang diletakkan disebelah kanan pada jurnal. Saldo kredit yaitu ketika akun pendapatan, hutang dan pendapatan mengalami penambahan haus di kredit atau ditambah di sebelah kanan. Ketika kredit mengalami pengurangan, maka ditulis di sebelah debet.

3. Jurnal
Jurnal menjadi salah satu Contoh Akuntansi Keuangan yang mudah dipahami. Jurnal yaitu lembar kerja yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi pada perusahaan. Penjumlahan merupakan proses mencatat transaksi-transaksi dari bukti-bukti yang ada ke dalam jurnal. Ada beberapa jenis jurnal yaitu :

Baca juga  PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIDANG KEDOKTERAN

Jurnal umum adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi secara lebih rinci. Jurnal dibuat untuk mencatat ketika terjadinya penyusutan aset tetap perusahaan. Ada kolom yang wajib terdapat pada jurnal umum adalah tanggal, nomor, akun, nomor referensi, kolom nominal debet dan kredit.
Jurnal Khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi khusus. Transaksi khusus tersebut berkaitan dengan pembelian dan penjualan perusahaan.
Jurnal penerimaan dan pengeluaran kas adalah jurnal yang berkaitan dengan masuk keluarnya kas sebuah perusahaan.
Jurnal Penutup adalah Buku Akuntansi Keuangan yang disusun untuk menutup akun-akun pendapatan dan biaya (laba – rugi).

4. Pemostingan Jurnal ke Buku Besar
Buku besar sering disebut juga Ledger adalah kumpulan transaksi suatu akun. Teknik dari Konsep Akuntansi Keuangan yang satu ini adalan setelah semua transaksi tercatat ke dalam jurnal, maka dilakukan posting atau pemindahan jurnal ke dalam buku besar. Pemasukan tersebut disesuaikan dengan tiap-tiap nama akun yang ada. Satu nama akun akan mempunyai satu buku besar.

Baca juga  PERAN SISTEM INFORMASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN

5. Membuat Neraca Percobaan
Neraca percobaan sebenarnya sama seperti neraca biasanya. Pembuatan neraca percobaan perlu diaplikasikan untuk mengetahui dan menyimpan informasi apakah pencatatan telah akurat dan benar sesuai debet dan kreditnya.

6. Penyajian Laporan keuangan
Penyajian laporan keuangan merupakan salah satu Profesi Akuntansi Keuangan. Penyajian laporan keuangan bisa dibuat ketika dalam neraca percobaan yang sebelumnya dibuat sudah seimbang. Penyajian ini menjadi proses terakhir dalam dasar akuntansi. Karena laporan merupakan output dari serangkaian proses akuntansi yang sudah dilakukan.

Strandarisasi Akuntansi Keuangan
Karena akuntansi keuangan berisi informasi keadaan keuangan sebuah perusahaan maka apa yang disajikan harus jelas, tepat dan benar. Untuk itu perlu dalam pembuatannya, Laporan keuangan harus memenuhi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan atau PSAK.