Bank Bukopin Bermasalah, Tahan Nasabah Berjam-jam

Bank Bukopin Bermasalah, Tahan Nasabah Berjam-jam

Saat ini nasabah Bank Bukopin kesulitan mengambil uang tabungan karena likuiditas seret. Para nasabah harus menunggu berjam-jam dan antre sejak dini hari untuk bisa menarik uang di Kantor Pusat di Jalan MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan.

Nasabah mengeluh dengan kondisi seperti ini. Belum lagi mesin ATM tak berfungsi, sehingga mau tidak mau mereka rela antre berjam-jam di kantor pusat untuk bisa menarik uang tabungan.

Berikut kumparan merangkum fakta-fakta soal nasabah Bank Bukopin sulit ambil yang, harus antre dari dini hari:

Nasabah Bank Bukopin Harus Antre Sejak Pukul 3 Pagi untuk Ambil Uang

Sekitar pukul 12.26 WIB, Kantor Pusat Bank Bukopin di Jalan MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan, Senin (29/6), terlihat sibuk menerima puluhan nasabah. Pantauan kumparan, nasabah antre hingga depan teras yang dijaga dua orang petugas keamanan.

Salah seorang petugas keamanan mengatakan setiap hari nasabah hanya dibatasi 150 orang untuk menarik saldo. Bahkan, ia menyarankan supaya antre sejak pukul 03.00 WIB.

Baca juga  Ratusan Ikan Dan Biota Laut Dilaporkan Mati Terdampar Di Pantai Tihulessy, Desa Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan,Kota Ambon, Provinsi Maluku

“Setiap hari antrean dibatasi. Hanya menerima 150 orang aja. Antre sejak pukul 03.00 pagi di depan sana,” katanya kepada kumparan, Senin (29/6).

Sementara itu, salah satu nasabah mengaku telah antre sejak pukul 12 malam. Sebab, jika antre pada pukul 03.00 WIB kecil kemungkinan mendapat antrean.

“Antre dari jam 00.00 WIB aja, saya aja yang antre sejak pukul 01.00 WIB dapat nomor 82,” terangnya.

Likuiditas Bank Bukopin Seret, Nasabah Kesulitan Tarik Tunai

Masalah likuiditas di Bank Bukopin nampaknya belum teratasi karena nasabah masih kesulitan melakukan penarikan dana.

Amalia Farida, salah satu nasabah Bank Bukopin, mengeluhkan sulitnya melakukan tarik tunai. Lewat postingan Instastory-nya, Amalia mengatakan tidak hanya kesulitan melakukan penarikan dana lewat teller, nasabah juga tidak bisa melakukan transfer.

“Sumpah ini bank lagi chaos banget!!! (Nasabah) pada enggak bisa ambil duit atau transfer, sampai ada yang antre dari jam 3 pagi,” keluh Amalia dalam keterangan fotonya, Senin (29/6).

Baca juga  Wali Kota Bandung, Oded M. Danial akan terus berusaha mewujudkan Kota Bandung menjadi kota yang terdepan dalam pendidikan karakter guna menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul sesuai Visi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung

Dikonfirmasi kumparan, Amalia membenarkan hal tersebut ia alami secara langsung. Kronologinya, pagi tadi ia datang ke Bank Bukopin kantor cabang Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Amalia datang sebelum jam 8 pagi dan antrean sudah cukup ramai. Dia datang ke kantor cabang untuk beberapa keperluan, yaitu kehilangan buku tabungan dan ATM serta berniat menarik dana.

Respons Bank Bukopin

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) merespons terkait maraknya pemberitaan mengenai kesulitan nasabah menarik dana dari rekening Bukopin. Serta adanya kebijakan pembatasan penarikan dana di beberapa cabang perusahaan.

Sekretaris Perusahaan Bank Bukopin, Meliawati, mengaku telah menyelesaikan permasalahan nasabah dalam hal pencairan dana dan nasabah dapat menerima penjelasan atas kondisi tersebut.

“Pembatasan penarikan dana di beberapa cabang dilakukan dalam kondisi situasional, agar perseroan dapat memenuhi kebutuhan transaksi nasabah,” ujarnya dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia seperti yang dikutip kumparan, Selasa (30/6).

Baca juga  Kontingen Samarinda sukses keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Provinsi Gulat Kelompok Umur di GOR Gulat Samarinda

Menurut Bank Bukopin, kebijakan tersebut memang menjadi penyesuaian yang perlu dilakukan dan pejabat bank tetap memberikan penjelasan kepada nasabah, sebagaimana standar pelayanan operasional perseroan.

Bukopin juga menyinggung kembali rencana KB Kookmin Bank terkait proses penambahan modal oleh pemegang saham utama untuk memperkuat fundamental Bukopin.

“Proses tersebut saat ini dalam kajian final oleh regulator, baik di Indonesia maupun di Korea Selatan,” terangnya.

Sumber :

kumparan.com

Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan ekstensi untuk memblokir iklan. Tolong dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan ini.
Powered By
100% Free SEO Tools - Tool Kits PRO
Please turn AdBlock off