Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang memasang lima alat Early Warning System (EWS) tanah longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang memasang lima alat Early Warning System (EWS) tanah longsor

Tiga tempat yang dipasang adalah di Kecamatan Salaman, Kecamatan Kajoran, dan Kecamatan Windusari.

  1. Dipasang di lima titik yang terjadi retakan
    Dilansir dari laman resmi BPBD Kabupaten Magelang, EWS yang dipasang di Kecamatan Salaman berada di lokasi retakan tanah yang ada di Dusun Gejiwan Desa Krasak. Jenis retakan tersebut memanjang kurang lebih mencapai 50 meter. Sementara lebar retakan berkisar 2-7 sentimeter.

Retakan yang muncul di tebing setinggi 10 meter itu mengancam 44 jiwa dari 16 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi retakan.

  1. Jenis retakan tanah bervariasi
    EWS kedua dipasang di Dusun Beteng, Desa Menoreh. Di wilayah itu terdapat dua retakan yang jaraknya kurang lebih 35 meter dari permukiman warga. Retakan tersebut mengancam delapan rumah yang dihuni oleh 6 KK dengan total 21 jiwa.
Baca juga  Badan Restorasi Gambut Segera Bangun Infrastruktur Pembasahan Gambut Terbakar di Provinsi Riau

Dusun Basongan Desa Kalisalak juga dipasang lantaran ada retakan dengan jenis tapal kuda sepanjang 100 meter. Lebar retakan bervariasi, mulai dari 25 hingga 80 sentimeter.

Sebanyak 180 jiwa dengan 36 KK terancam atas retakan itu.

  1. Warga juga diberikan sosialisasi terkait EWS
    Lokasi ketiga yang dipasangi EWS ada di Desa Bumiayu Kecamatan Kajoran. Pada tempat tersebut terdapat retakan jenis tapal kuda sepanjang kurang lebih 100 meter yang melewati jalan utama desa. Retakan juga mengancam permukiman warga, dengan total jiwa mencapai 70 orang dengan 20 KK.

Terakhir, EWS dipasang di Dusun Witono, Desa Windusari, Kecamatan Windusari yang pada bulan Februari tahun 2018 lalu pernah mengalami longsor. Sampai saat ini, daerah tersebut masih berpotensi terjadinya bencana longsor dan mengancam enam rumah, dengn jumlah jiwa sebanyak 14 orang.
Pemasangan EWS tersebut juga dibarengi dengan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar mereka semakin mempunyai rasa merasa memiliki, bisa mengoperasikan serta menyadari adanya peringatan yang dimiliki oleh alat itu. Dengan demikian, pengurangan terhadap dampak kerusakan akibat tanah longsor bisa diminimalisir, khususnya untuk korban dan kehilangan jiwa.

Baca juga  Kontingen Samarinda sukses keluar sebagai juara umum dalam Kejuaraan Provinsi Gulat Kelompok Umur di GOR Gulat Samarinda
Ads Blocker Image Powered by Code Help Pro

Ads Blocker Detected!!!

We have detected that you are using extensions to block ads. Please support us by disabling these ads blocker.

Kami mendeteksi bahwa Anda menggunakan ekstensi untuk memblokir iklan. Tolong dukung kami dengan menonaktifkan pemblokir iklan ini.
Powered By
Best Wordpress Adblock Detecting Plugin | CHP Adblock
Please turn AdBlock off