Ajudan Adzan Romer, Mendiang Brigadir J Pernah Tertangkap Basah Melakukan ini Sewaktu di Pos Jaga

Ajudan Adzan Romer, Mendiang Brigadir J Pernah Tertangkap Basah Melakukan ini Sewaktu di Pos Jaga

Ajudan Ferdy sambo

UDAHKETEMU.COM, JAKARTA – Nama salah satu ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer kembali mendapat perhatian khusus bagi warganet.

Kejujuran Adzan Romer dalam memberikan kesaksian pada saat berlangsungnya persidangan membuat pengunjung sidang tercengang.

Pasalnya, dalam persidangan terakhir Adzan Romer mengakui bahwa dirinya sering mengubah-ubah keterangan karena ada rasa takut.

Dalam proses persidangan, kesaksian para ajudan Ferdy Sambo yang tergabung dalam salah satu grup WhatsApp memang tampak seperti orang yang ragu.

Selain Eliezer yang pada awal kasus sempat mendatangi Komnas HAM, para pekerja dan ajudan seperti ART Susi, Kodir, Ricky Richard, serta Adzan Romer memang tampak gugup.

Adzan Romer pernah mengungkapkan bahwa penyebab dari rasa takut yang dialaminya adalah karena sudah ada korban jiwa dan ia takut dengan Ferdy Sambo.

Baca juga  Daerah Kedungwaru Kidul, Demak, Jawa Tengah Dikejutkan Dengan Penampakan Seram Mirip Sosok Pocong

Pada kesempatan lain di persidangan, Adzan Romer mengakui bahwasanya ia pernah melihat mendiang Brigadir Joshua melakukan hal yang dinilainya tidak wajar.

Adzan Romer bercerita tentang pengalamannya ketika bersama-sama dengan mendiang Brigadir J sewaktu berada di pos jaga rumah Ferdy Sambo.

Di persidangan Adzan Romer mengisahkan dirinya yang baru saja selesai membersihkan komponen dari senjata api miliknya.

Usai membersihkan komponen senpi, Romer mendatangi mendiang Brigadir J yang sedang berada di dalam pos jaga rumah milik Ferdy Sambo.

Senjata api tersebut oleh Brigadir Joshua dipinjam untuk dilihat-lihat, setelah memuji hasil kerja Romer, Brigadir J mulai berbuat hal dianggap Romer ganjil.

Mendiang Brigadir J disaksikan oleh Romer mengarahkan pistol tersebut ke foto yang bergambar Ferdy Sambo.

Baca juga  Cheese In The Trap episode 1 tayang di TRANS TV

Romer mengingatkan agar Brigadir J tidak mengarahkan pistol tersebut, dan Brigadir J menuruti keinginan Romer.

Tidak diketahui pasti, apakah ajudan yang mengarahkan pistol ke foto salah seorang petinggi polisi termasuk tindakan melanggar hukum atau hanya faktor etika.

Mengingat antara Romer dengan Brigadir J, keduanya tidak lain merupakan ajudan yang bertugas dengan prosedur khusus.
Hal tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam agenda kesaksian Adzan Romer.

Demikian seperti yang sudah dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Lets Go pada 11 November 2022. ***