Ini Dia Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Baru Islam yang Baik Dibaca Sebelum atau Sesudah Magrib

Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah jatuh pada tanggal 1 Muharram.

Menyambut datangnya tahun baru Islam, umat Islam akan bersuka cita menyambut kedatangannya, bahkan selalu ada perayaan yang meriah dan penuh khidmat.

Tidak sedikit yang menyambutnya dengan memperbanyak doa, berdzikir, doa diakhir tahun, dan awal tahun.

Alangkah baiknya sebelum memasuki tahun baru Islam, kita membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Sejatinya, manusia yang baik itu yakni yang dapat berusaha dan mengubah hidupnya menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Biarkan masa lalu menjadi sebuah pembelajaran, agar di masa yang akan datang disambut dan dipenuhi dengan kebaikan.

Sambut tahun baru Islam, doa akhir tahun biasanya akan dilakukan atau dibaca sebelum atau setelah magrib. 

Sebagaimana diberitakan Mantrasukabumi.com sebelumnya dalam artikel “Sambut Tahun Baru Islam 1442 H, Jangan Lupa Baca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun, Berikut Doanya“, berikut tulisan arabnya dan terjemahannya :

Doa Akhir Tahun :

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku.”

Doa Awal Tahun : 

Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Artinya, “Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini.