Resesi Ekonomi, Akankah Indonesia Balik Seperti Kerisis Tahun 1928 ?

Berbagai lembaga dan sejumlah tokoh telah memproyeksikan Indonesia akan mengalami resesi. Kendati demikian, menurut Ekonom Universitas Indonesia (UI) Fithra Faisa Hastiadi jika resesi ekonomi benar terjadi, Indonesia tidak perlu terlalu khawatir.

Pasalnya, menurut Fithra resesi ekonomi yang kemungkinan bisa menghampiri Indonesia karena faktor eksternal, yakni krisis kesehatan karena pandemi covid-19 yang kemudian merembet kepada aktivitas ekonomi.

Fithra meyakini resesi ekonomi yang kemungkinan bisa terjadi di Indonesia tidak akan berubah menjadi great depression atau depresi ekonomi, seperti yang pernah terjadi di sejumlah negara sepanjang tahun 1928 hingga 1939.

Great Depression atau depresi ekonomi adalah suatu kondisi apabila resesi ekonomi terjadi dalam jangka waktu yang lama. Sementara resesi ekonomi adalah suatu kondisi apabila pertumbuhan ekonomi suatu negara tumbuh negatif pada dua kuartal di tahun yang sama.

Selain itu, menurut Fithra pangkal dari great depresion itu sendiri adalah masalah fundamental. Sementara saat ini bukan masalah fundamental.

“Jadi negara-negara itu sepanjang tahun itu tumbuh negatif. […] Ini masalah eksternal dan mengguncang supply dan menghambat demand,” jelas Fithra, Senin (3/8/2020).

“Artinya kita tidak perlu takut juga dengan resesi, resesi ini kan terjadi bukan karena guncangan fundamental yang berasal dari dalam. Tapi dari eksternal faktor, yakni covid itu sendiri,” lanjut dia.

Kendati demikian, Fithra menekankan agar Indonesia bisa tetap berhati-hati terhadap penanganan covid-19 saat ini, yang pada akhirnya bisa merembet kepada perekonomian Indonesia.

Fithra menekankan agar Indonesia memitigasi terlebih dahulu penanganan covid-19. Karena ekonomi akan berangsur pulih apabila penanganan covid-19 bisa tertangani dengan baik.

Ketika Indonesia bisa memitigasi covid-19 dengan baik, ditambah Indonesia akan memiliki vaksin virus corona pada 2021, maka sudah otomatis perekonomiannya akan segera pulih.

“Oleh karena itu yang perlu diungkit ketika kita resesi, yang mana kita tidak perlu takut juga, ada pengangguran pasti atau ada peningkatan penangguran. Worst casenya ada 20 juta pengangguran dan bisa diserap lagi kalau perekonomian sudah pulih,” tuturnya.