Fakta Tentang CEO Startup Ojol yang dimutilasi Asistennya Sendiri

Pendiri aplikasi Gokada, Fahim Saleh ditemukan dalam kondisi dimutilasi di sebuah kondominium di Manhattan, New York, Amerika Serikat pada Selasa (14/7/2020).

Fahim terakhir terlihat dalam rekaman kamera CCTV apartemennya di Lower East Side of Manhattan, saat masuk ke dalam lift di gedung pada Senin (13/7/2020).

Dalam rekaman itu, polisi menyebutkan ada seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam, memakai sarung tangan dan masker ikut masuk ke dalam lift bersama Fahim.

Lift yang dinaiki Fahim dan pria berpakaian serba hitam itu, menuju ke lantai apartemen milik Fahim, yang jadi tempat Fahim ditemukan meninggal dunia.

Diketahui Fahim telah dibunuh dan dimutilasi oleh asistennya sendiri. Bahkan, pelaku memakai gergaji mesin untuk memutilasi Fahim usai dirinya menusuk sang CEO dengan pisau.

Fahim ditemukan tewas oleh sepupunya yang mulai curiga karena Fahim tidak terlihat selama beberapa hari. Setelah melakukan penyelidikan, ternyata yang membunuh Fahim adalah Tyrese Haspil, salah satu asisten Fahim yang mengurus keuangan dan urusan pribadi dari Fahim.

Salah satu alasan kenapa Haspil membunuh Fahim adalah karena masalah utang yang saat ini dimiliki oleh Haspil kepada Fahim. Karena tidak sanggup membayar utang bernilai ratusan ribu dolar, maka dari itu Haspil pun membunuh Fahim dengan keji.

Lantas, siapa sebenarnya sosok Fahim Saleh, CEO startup ojol yang tewas dimutilasi asistennya sendiri? Berikut faktanya.

Pria keturunan Bangladesh yang punya bibit bisnis sejak kecil

Dilansir dari he Washington Post, Fahim lahir di Arab Saudi dari orangtua asal Bangladesh. Dia dibesarkan di New York, hingga meraih gelar sarjana Ilmu Komputer dari Bentley University.

Rupanya, bibit pebisnis dalam diri Fahim sudah muncul sejak ia duduk di bangku sekolah dasar. Dalam video yang diunggah Fahim pada tahun 2019, Fahim mengaku pernah berjualan permen di sekolah.

Memasuki masa remaja, Fahim sudah mampu membuat situs blogging yang dipakai oleh teman-temannya. Keberhasilan situs inilah, yang membuat Fahim semakin semangat melahirkan situs-situs baru, untuk menghasilkan uang.

Mendirikan startup ojek online

Kepiawaian Fahim dalam dunia bisnis, membawanya jadi pendiri perusahaan ojek online berbasis aplikasi bernama Pathao di Bangladesh.

Dilansir dari The Daily Star, perusahaan itu tak hanya menyediakan jasa transportasi saja, tapi juga antar makanan.

Kemudian, pada tahun 2017, Fahim mencoba mengembangkan bisnisnya di Nigeria dengan nama Gokada. Aplikasi ini membuat sebagian warga Lagos mendapatkan pekerjaan.

Pria penyayang keluarga

Tak punya karir cemerlang, pria berparas manis ini juga dikenal sebagai sosok rendah hati dan suka membantu orang lain, terutama keluarga.

Diketahui, Fahim pernah menghadiahkan satu unit Tesla kepada sang ayah. Dia pun beberapa kali mengunggah momen kebersamaan dengan saudara perempuannya.

“Otak brilian dan inovatifnya membawa semua orang yang menjadi bagian dari dunianya ke dalam sebuah perjalanan dan dia memastikan tidak pernah meninggalkan siapa pun,” ungkap pihak keluarga dilansir dari The Daily Beast.”