SM Entertainment Tempuh Jalur Hukum Kasus Bully NCT Taeyong

Dalam dua minggu terakhir, kasus pembullyan yang dilakukan oleh NCT Taeyong ketika masih Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau usianya 14 tahun, kembali mencuat dan semakin panas. Informan B yang mengaku mengatasnamakan sebagai Victim A (Korban yang dibully Taeyong), mengunggah screenshot percakapan di Ktalk antara Victim A dengan Taeyong yang tidak meminta maaf secara benar dan bertindak arogan.

Dalam dua minggu terakhir, kasus pembullyan yang dilakukan oleh NCT Taeyong ketika masih Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau usianya 14 tahun, kembali mencuat dan semakin panas. Informan B yang mengaku mengatasnamakan sebagai Victim A (Korban yang dibully Taeyong), mengunggah screenshot percakapan di Ktalk antara Victim A dengan Taeyong yang tidak meminta maaf secara benar dan bertindak arogan.

SM Entertainment sampai turun tangan untuk menuntut informan B yang sudah mengeluarkan berita bohong ke ranah hukum.

1.NCT Taeyong dan Victim A sudah saling memaafkan serta berhubungan baik

Berita portal online di Korea Selatan, Dispacth, menulis soal kebenaran Taeyong yang pernah melakukan aksi bully tahun 2009 lalu. Tepatnya ketika Taeyong masih duduk di bangku SMP. Taeyong kala itu meninggalkan komen yang menghina fisik Victim A di kolom komentar media sosial (Medsos).

Namun menurut informan B, victim A melakukan percobaan bunuh diri karena stres diteror oleh fans Taeyong. Taeyong disebutnya meminta maaf ke victim A secara arogan.

Berdasarkan berita yang ditulis Dispacth, pesan Ktalk antara Taeyong dan Victim A diedit sedemikian rupa oleh informan B. Dispacth membeberkan pesan Ktalk yang asli, di mana Taeyong dan Victim A sudah berbaikan sejak lama. Mereka juga berteman sampai sekarang. Taeyong sendiri pernah mengundang Victim A untuk menonton konser NCT 127 yang baru-baru ini digelar secara online.

2.Taeyong dituduh tidak menepati janji dalam menjalankan kerja sosial dan donasi

Informan B juga menuduh Taeyong tidak menepati janjinya untuk melakukan donasi dan bekerja sosial, sebagai permintaan maaf terhadap Victim A. Isu itu kemudian ‘dibantah’ Dispacth lewat laporannya. Mereka mendata kegiatan sosial yang telah dilakukan oleh Taeyong. Termasuk juga donasinya berupa beasiswa kepada siswa tidak mampu. Bahkan tindakan itu ia setelah debut tahun 2016 silam.

3.Taeyong melakukan kerja sosial sejak tahun 2016

Dispacth kemudian mendata pekerjaan sosial yang dilakukan oleh NCT Taeyong sejak tahun 2016 hingga 2019. Antara lain:

2016 :

  • Kerja sosial di Panti Jompo Gangnam (Februari)
  • Kerja Sosial di Pusat Kesejahteraan Bondong (Maret)
  • Donasi bakat  untuk All Love School (April hingga Juni, Agustus, Desember)

2017 :

  • Berpartisipasi dalam layanan memasak kue di RCY (Maret)
  • Donasi bakat untuk All Love School (April, Juni, Juli, September-Oktober)

2018 :

  • Donasi bakat untuk bertemu dengan para penulis penyandang disabilitas  perkembangan (April)
  • Donasi bakat untuk All Love School (Juni-Juli)
  • Kerja sosial dengan memberikan layanan distribusi makan siang dan mencuci piring di Pusat Kesejahteraan Sosial Myeonghwa (September dan November)

2019 :

  • Melakukan kerja sosial di panti Jompo Seocho-gu.

Dispacth bahkan menemukan fakta, jika Taeyong telah memberikan beasiswa kepada siswa tidak mampu di All Love School. Taeyong memberikan lebih dari satu juta won per bulan, yang dilakukan dari April 2016 hingga sekarang.

4.SM Entertainment akhirnya turun tangan

Satu hal yang bisa dipelajari dari kasus Taeyong adalah kita semua pasti melakukan kesalahan. Namun yang terpenting, kita mengaku dan menyadari telah melakukan kesalahan itu. Lalu memperbaikinya dan berubah menjadi orang yang lebih baik.

Taeyong dalam kasus ini mengaku bersalah karena menghina fisik temannya. Ia menyadari kesalahannya dan sudah meminta maaf kepada orang yang ia bully. Sampai sekarang, mereka berteman baik.

Membaca fakta mengenai Taeyong yang dipaparkan oleh Dispacth, membuat Knetzen maupun InterNetzen menyatakan dukungannya terhadap Taeyong.

Sumber :

bali.idntimes.com