10 jenis kesalahan logika berpikir( logical fallacy) versi udahketemu.com

10 jenis kesalahan logika berpikir( logical fallacy) versi udahketemu.com

  1. Argumentum ad antiquitatem
    Hal yang sering dilakukan sebelumnya dianggap sebagai hal yang benar. Ini termasuk cacat logika yang populer.

Contoh yang paling umum saat peryaan ulang tahun di beberapa negara mempunyai cara merayakan yang berbeda – beda. tapi karena perbedaan ini dianggap beberapa orang salah. misalnya ada beberapa negara yang memperingati hari lahir sebagai hari berduka cita atau hari mengingat kematian, tapi ada beberapa negara yang menganggap hari lahir sebagai hari besar yang patut dirayakan

2. Argumentum ad hominem
Saya jamin, cacat logika ini sering kita dengar dan mungkin kita lakukan. Argumentum ad hominem merupakan pendapat yang menyerang kepribadian orang atau motif orang alih-alih menyerang ide atau gagasannya.

ini biasanya sering diterapkan dalam beberapa aspek termasuk politik bebas aktif dan politik pecah belah. yang menggunakan isu rasis atau isu pemetaan negara untuk membedakan hukum dalam sebuah negara atau menyerang lawan politik.

3. Argumentum ad ignoratium
Ketika ada orang yang membenarkan sesuatu karena sesuatu itu belum terbukti keberadaannya, maka ia telah melakukan cacat logika ini.

Baca juga  Cara memilih mesin cuci yang dapat menghemat energy serta ramah lingkungan

Misalnya, ketika guru mengatakan di depan kelas, “karena tidak ada yang bertanya mengenai materi tadi saya anggap semua paham, besok kita ujian.”

4. Argumentum ad logicam
Sedikit berhubungan dengan cacat logika sebelumnya, argumentum ad logicam adalah anggapan bahwa sesuatu itu salah karena hal yang menyebabkan sesuatu itu salah.

Misalnya, presiden Sukarno hebat karena telah mengurangi depresi masyarakat Indonesia.

Presiden mengurangi depresi masyarakat Indonesia? Belum tentu. Namun tidak berarti pernyataan “presiden Sukarno hebat” salah.

5. Argumentum ad misericordiam
Ketika ada orang yang memaksakan kebenarannya dengan rasa kasihan, maka dia telah melakukan cacat logika ini.

Misalnya, ketika ibu Miriam menyalahkan tindakan gegabah para Avengers atas meninggalnya sang anak akibat pertempuran Avengers dengan kelompok Crossbones.

6. Argumentum ad nauseam
Cacat logika ini terjadi saat sebuah argumen yang belum tentu benar atau bahkan salah, yang selalu diulang-ulang, sehingga akan dianggap benar secara otomatis. Atau argumen yang sudah benar, tapi terus diulang-ulang sehingga menutupi objek debat sebenarnya.

Baca juga  Motorola meluncurkan model smartphone Razr dengan konsep baru dan termutakhir seharga Rp 21 Juta

Misalnya, anggapan bahwa global warming itu tidak ada dan hanya akal-akalan.Argumentum ad numerum
Cacat logika bisa timbul saat seseorang berusaha membuktikan kebenaran argumennya dengan cara menunjukkan jumlah orang yang percaya dengan argumennya.

7. Argumentum ad numerum
Cacat logika bisa timbul saat seseorang berusaha membuktikan kebenaran argumennya dengan cara menunjukkan jumlah orang yang percaya dengan argumennya.

Misalnya, pernyataan “paling tidak ada 70 persen masyarakat yang muak dengan presidennya.”

8. Argumentum ad populum
Cacat logika ini identik dengan argumentum ad numerum, yang berusaha membuktikan bahwa masyarakat umum setuju dengan kita.

9. Argumentum ad verecundiam
Cacat logika yang konyol. Argumentum ad verecundiam akan aktif ketika kita ingin membuktikan sesuatu dengan cara mengutip pernyataan seseorang yang tidak ahli di bidangnya.

Baca juga  Selamat Hari Ayah Nasional untuk seluruh Ayah di Indonesia

Misalnya, “Pemanasan global tidak benar, menurut Kak Seto, pencairan di beberapa titik di benua Antartika adalah hal normal, yang akan pulih sekitar delapan bulan sekali.”

10.Strawman fallacy
Cacat logika yang terjadi ketika seseorang melakukan kesalahan interpretasi (mendistorsi pesan) terhadap lawan bicaranya hanya karena satu dua argumen atau ciri khas tertentu yang disampaikan sang lawan.

Contohnya,

A: Menurut antum bentuk pemerintahan apa yang memang patut diterapkan di Indonesia?

B: Jelas, demokrasi Pancasila! Demokrasi Pancasila itu sudah harga mati, tak bisa ditawar lagi. Lalu, menurutmu sistem pemerintahan Islam atau khilafah menjamin keadilan maupun kemakmuran negara?

A: Anda menuduh saya sebagai penganut sistem khilafah karena panggilan “antum”?

B telah melakukan strawman fallacy.